Hadapi PPKM Darurat, Polres Sumedang Bentuk Tim Tracer

  • Bagikan
bentuk tim tracer

KOTA – Menghadapi Peberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Kabupaten Sumedang sesuai intruksi Menteri Dalam Negeri, Polres Sumedang membentuk Team Tracer yang didalamnya ada anggota Babhinkamtibmas untuk mentracer (melacak Covid 19 di tiap wilayah).

Pembentukan team tracer tersebut diawali upacara yang dipimpin Waka Polres Kompol Asep Agustoni Bersama tim dinas kesehatan Kabupaten Sumedang di Mako Polres Sumedang, Sabtu (3/7/2021).

Sama Polres, Kompol Asep Agustoni menyampaikan dengan dibentuknya Team Tracer sesuai intruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM darurat di wilayah Jawa dan Bali serta Perbup nomor 69 tahun 2021 tentang PPKM di wilayah Sumedang.

“Aturan pemerintah mengenai PPKM darurat ini adalah 100% work from home (WFH) untuk sektor non-esensial, untuk sektor esensial diberlakukan 50% maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan yang ketat. Dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf wfo dengan protokol kesehatan, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup, penjual makanan/minuman hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in),” ujarnya.

Kemudian, kegiatan konstruksi 100% dengan protokol kesehatan ketat, tempat ibadah ditutup sementara, fasilitas umum ditutup: area publik, taman, tempat wisata, kegiatan seni/budaya, olahraga, sosial yang menimbulkan kerumunan ditutup, transportasi umum kapasitas maksimal 70%, resepsi pernikahan maksimal 30 orang tanpa makan di tempat.

Sementara itu, Satgas Covid 19 dr. Reni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit memberikan pembekalan kepada para Babhinkamtibmas mengenai Tugas Tracer (pelacak Covid 19) agar di dalam melaksanakan tugasnya tahu betul apa yang harus dilaksanakan.

“Yaitu tugasnya antara lain mencari dan memantau kontak erat selama karantina dan isolasi, memberikan informasi yang benar terkait covid 19 termasuk isolasi dan karantina yang benar. Memantau kondisi kesehatan orang yang melakukan karantina dan isolasi, Melaporkan hasil pemantauan kepada petugas Puskesmas sebagai kordinator traccer. Apabila ada yang bergejala harus di isolasi minimal 10 sampai 14 hari dan apabila ada gejala ringan seperti pilek dan batuk di tambah 3 hari,” ujarnya.

Dr Reni menambahkan, yang paling penting adalah tempat dan karantina bagi yang terpapar atau kontak erat. Tempatnya yang menentukan adalah petugas dari Puskesmas seperti tempat isolasi mandiri agar tidak tercampur dengan yang lain.

  • Bagikan