Guru Honorer Sumedang Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Tenaga Pendidik dan Kependidikan

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Melalui Momentum Hari Guru Nasional (HGN) ke-76, sekaligus HUT PGRI ke-67, para guru honorer berharap Pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru yang berstatus masih honorer.

Seperti dikatakan Ketua Forum Guru Tenaga Honorer Swasta, Asep Saepudin bahwa, pada momentum HGN ini, para guru honorer di Sumedang mengharapkan adanya perhatian dari Pemerintah, untuk kesejahteraan guru honorer.

“Pada HGN yang ke- 76 ini kami guru honorer di Kabupaten Sumedang, berharap bisa sejahtera. Sebab kami juga ikut membangun solidaritaas holistik integratif, semua pendidik dan tenaga pendidik untuk mencetak anak-anak bangsa menjadi manusia dan insan insan beriman dan bertaqwa serta ahlak mulia.
mudah-mudahan guru bisa diperhatikan kesejahteraannya,” kata Asep ketika dikonfirmasi seusai mengikuti Hut PGRI dan Hari Pendidikan Nasional, di Gedung KGS, Kamis (25/11/2021).

Dikatakan Asep Saepudin, memang guru bukan orang hebat tapi orang hebat berkat jasa guru.

“Guru bukanlah orang hebat namun mampu menjadikan orang-orang menjadi hebat. Tapi biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia,” ucap Asep.

Kendati demikian, Ia bertemikasih kepada pemerintah atas perhatiannya, meskipun masih jauh dari harapan sebagian rekan-rekan tenaga honorer harapkan.

Sementara, jumlah tenaga honorer untuk yang mengajar di sekolah swasta, berjumlah 2975 orang dari jenjang PAUD,TK,SD dan SMP.

“Alhamdulilah pemerintah daerah memberi insentif 300 ribu perbulan diberikan pertriwulan, dengan jumlah yang menerima yaitu 439 orang. Pemerintah daerah juga memberikan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus louncing hari ini oleh pa Bupati, pak Kadisdik, ketua PGRI,” tutur Asep.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tenaga Honorer Teknis Sumedang, Iman Risman, ia berharap selain tenaga honorer guru, tenaga teknis juga ingin diperhatikan.

“Punten, selama ini hanya guru saja yang diprioritaskan segalanya teknis sekolah mah dari dulu perjuangan tetap saja dianggap sebelah mata, padahal sami memajukan dunia pendidikan dan kita teknis sekolah central juga,” ungkap Iman.

Ia mengatakan saat ini jumlah tenaga honorer teknis sekitar 1000 lebih dengan honorium 500 Ribu rupaih perbulan.

“Jumlah teknis anu tos masuk ka abdi 1.073 yang terdata 1.091 dengan honorium paling tinggi 500/bulan,” tuturnya

Sementara itu, Pengurus PGRI Sumedang Nanang Supriatna mengatakan, honerer yang terdata berjumlah ribuan orang dengan honorium yang masih jauh dari UMR.

“Untuk tenaga honorer teknis sebanyak 1068 orang, guru 1988 orang. Sedangkan yang dapat insentif sebanyak 3160 adapun Insentifnya nilainya bervariasi , minimal 100 rb/bulan dan maksimal 500 rb/bulan,” jelas Nanang Supriatna.

  • Bagikan