Berita  

Golkar Sumedang Mulai Buka Pendaftaran Calon Ketua, Dukungan 50 Persen Plus Satu Berpeluang Aklamasi

SUMEDANG – Persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang memasuki tahapan penting. Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI mulai membuka pintu bagi kader yang ingin mencalonkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang.

Pendaftaran bakal calon dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, bertempat di Gedung Golkar Kabupaten Sumedang.

Ketua SC Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia, mengatakan tahapan pendaftaran tersebut terbuka bagi kader yang telah memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Menurut dia, kader yang berminat maju dipersilakan mengambil sekaligus menyerahkan formulir pendaftaran langsung ke sekretariat yang telah disiapkan panitia.

“Besok kami mulai menerima pendaftaran. Kami memberikan kesempatan kepada seluruh kader terbaik yang memenuhi persyaratan untuk mengambil formulir dan mendaftarkan diri secara langsung di sekretariat,” ujar Asep saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Golkar, Minggu (4/10/2026).

Panitia menetapkan waktu pendaftaran mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Dengan waktu yang telah ditentukan tersebut, setiap bakal calon diwajibkan menyelesaikan proses pengambilan dan pengembalian formulir sebelum batas akhir pendaftaran.

Tak hanya formulir, bakal calon juga harus menyerahkan sejumlah dokumen pendukung, termasuk bukti dukungan dari pemilik hak suara dalam Musda.

Komposisi dukungan tersebut berasal dari 26 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Sumedang, satu unsur DPD Partai Golkar Jawa Barat, satu unsur DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang demisioner, serta satu unsur Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kabupaten Sumedang.

Selain itu, terdapat dua suara gabungan yang berasal dari organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan Partai Golkar serta organisasi sayap partai.

Organisasi tersebut mencakup Kosgoro, Soksi, MKGR, Alhidayah, AMPI, Majelis Dakwah Islamiyah, Satkar Ulama, HWK, serta organisasi sayap AMPG dan KPPG.

Wakil Ketua SC Musda XI, Ivan Yudi Wibowo, menegaskan proses pencalonan akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip demokrasi dan persaingan yang sehat.

Ia mengatakan seluruh kader yang memenuhi ketentuan memiliki kesempatan untuk mengikuti kontestasi dan menunjukkan kapasitasnya dalam proses pemilihan ketua.

“Proses ini kami jalankan dengan prinsip demokrasi Pancasila dan asas kekaryaan. Harapannya, Musda XI dapat menghasilkan sosok pemimpin yang berkualitas dan mampu membawa Partai Golkar semakin besar,” kata Ivan.

Setelah masa pendaftaran berakhir, SC tidak serta-merta menetapkan calon yang lolos. Panitia akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dokumen dan dukungan yang disampaikan para kandidat.

Verifikasi dilakukan melalui pemeriksaan administratif sekaligus pengecekan faktual untuk memastikan seluruh persyaratan dan dukungan yang diajukan benar-benar sah.

Tahapan tersebut juga menjadi bagian penting untuk menghindari munculnya dukungan ganda di antara bakal calon.

Asep menjelaskan, hasil verifikasi nantinya akan menentukan apakah seorang bakal calon telah memenuhi ambang dukungan yang diperlukan untuk ditetapkan sebagai ketua.

Jika dalam verifikasi faktual terdapat kandidat yang terbukti mengantongi dukungan sah lebih dari 50 persen plus satu dari total pemegang hak suara, proses pemilihan dapat berujung pada penetapan secara aklamasi.

“Kalau setelah verifikasi faktual ada calon yang memperoleh dukungan sah lebih dari 50 persen plus satu, maka pemegang hak suara dapat menetapkan calon tersebut sebagai Ketua DPD secara aklamasi,” ujar Asep.

Dengan dibukanya pendaftaran ini, bursa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang kini memasuki fase penentuan. Selain kesiapan kandidat, kekuatan dukungan dari para pemegang hak suara akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah Musda XI.