oleh

Geram Lahannya Diserobot, Ahli Waris Pasang Plang di Proyek Tol Cisumdawu

INISUNEDANG.COM – Geram lahannya diserobot, Ahli waris memasang plang di lokasi pembangunan Proyek Tol Cisumdawu, tepatnya di Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Kamis (8/4/2021).

Plang tersebut bertuliskan, bahwa tanah tersebut merupakan milik Ahli Waris R. Kasan Djajadiningrat berdasarkan Putusan PTUN Bandung 07/6/2005/PTUN-BD tanggal 13 Desember 2005 dan Penetapan PTUN Bandung 07/Pen.Eks/2006 tanggal 29 September 2006, serta Tanda pendaftaran sementara tanah milik Indonesia tahun 1995, berikut petikan dari buku pendaftaran huruf C Nomor 26 dan lain-lain.

Satria Prayoga, S.H.M.H.Selaku Kuasa Hukum dari Ahli Waris R. Kasan Djajadiningrat pemilik tanah kurang lebih 54 hektar mengatakan, pemasangan plang atau merupakan tanda bahwa lahan milik ini, karena ternyata tanahnya sudah dilakukan pekerjaan oleh pihak CKJT.

Padahal, pihaknya sudah beritikad baik dan sudah beretika dengan melakukan koordinasi dengan pihak PPK Lahan, BPN dan pihak lainnya. Namun hingga saat ini tidak ada konfirmasi ke pihak ahli waris.

“Jadi tahapan – tahapan yang harus ditempuh itu, yaitu diskusi Publik atau memanggil pihak-pihak yang mengklaim tanah. Ini kita tidak dilibatkan atau dilakukan pemanggilan sama sekali, malahan tanah milik ahli waris sudah ada aktivitas pengerjaan proyek yang dilakukan oleh CKJT, ini kan sudah melanggar hukum,” ujarnya di lokasi.

Padahal, pihaknya sudah melakukan upaya hukum sampai ke Pengadilan. Bahkan sudah ada keputusan dari PTUN Bandung, yang putusannya BPN Sumedang harus menerbitkan Sertifikat atas nama alhi waris R. Kasan Djajadiningrat.

Selain itu, ada juga surat dari Kementerian Sekertaris Negara yang isinya perintah Presiden Republik Indonesia untuk menerbitkan Sertifikat dilahan kita seluas 54 hektar.

“Tetapi hingga saat ini, belum ada tindak lanjut apa apa dari BPN Sumedang ataupun Panitia pengadaan lahan tol Cisumdawu. Artinya Oknum oknum ini sudah mengangkangi aturan hukum yang ada di negara Indonesia. Karena sudah mengindahkan perintah berdasarkan keputusan pengadilan dan bahkan perintah Presiden melalui kementerian Sekertaris Negara,” kata pria yang akrab dipanggil Yoga itu.

Yoga menuturkan, jika putusan pengadilan dan perintah Presiden saja sudah diindahkan, aturan mana lagi yang harus ditempuh. Karena semua upaya hukum sudah kami tempuh, dan hasilnya juga sudah inkrah. Sehingga, kami beranggapan terhambatnya proses pembangunan proyek Tol Cisumdawu ini, karena adanya oknum-oknum yang bermain dalam pembebasan lahan.

“Dari 54 hektar lahan miliknya, yang sesuai dengan keputusan PTUN, sudah beberapa hektar digunakan untuk pembangunan Tol Cisumdawu. Untuk itu, kami memasang plang ini, agar mereka tahu bahwa tanah ini milik warga, yang seharusnya tidak semena-mena dibangun begitu saja,” jelasnya.

Yoga menambahkan, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan pihak CKJT selaku pelaksana proyek Tol Cisumdawu. Dan mereka sudah mengeluarkan anggaran sebagai Dana Talang senilai Rp 18 miliar untuk pembangunan di atas tanah milik Ahli Waris ini.

“Jadi uang sebesar Rp 18 itu larinya kemana, karena kita sebagai ahli waris pemilik lahan tidak pernah menerima sepeserpun. Kalau mereka punya itikad baik, segera selesaikan. Karena kita punya legal standing yang jelas ko. Kalaupun ada pihak lain yang mengklaim, tinggal konsinyasi dan saling membuktikan data legal standingnya. Jangan asal main bangun saja seperti sekarang ini,” tandasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terpisah PPK Lahan Cisumdawu II, Wisnu Priambodo mengaku, terkait adanya ahli waris yang mengklaim tanah itu milik mereka dengan bukti berdasarkan hasil keputusan Pengadilan, dirinya mengaku tidak mengetahui permasalahan itu, dan bukan kewenangannya.

“Secara detailnya seperti apa saya tidak tahu dan bukan kewenangan saya untuk menjawab permasalahan tersebut. Yang jelas kalau mereka pegangannya adalah putusan pengadilan, sedangkan kami pegangannya adalah SK dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan, disela kegiatannya di Kecamatan Ujungjaya.

Wisnu menambahkan, untuk pelaksanaan pembangunan di seksi 6 sendiri, saat ini baru tahap pengerjaan kurang lebih 6 kilo meter.

Kemudian, terkait adanya klaim dari ahli waris itu, itu adalah kewenangan dari BPN dan P2T. Maka kami akan bekerja sesuai tupoksi masing-masing.

“Dan terkait apa yang mereka sampaikan tadi, kami akan tindak lanjuti dengan menyampaikannya ke Kanwil dan Kepala BPN,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait