Empat JPU Kejari Sumedang Bakal Tangani Kasus Penyekapan Anak 5 Tahun di Angkrek Regency

Kepala Kejaksaan Sumedang Nurmayani, SH,.MH
Nurmayani, SH.,MH, Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang

INISUMEDANG.COMKejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang telah menunjuk empat JPU (Jaksa Penuntut Umum) untuk mengikuti perkembangan penyidikan dalam kasus kekerasan terhadap R anak berusia 5 tahun yang disekap dan dirantai oleh Susilawati di Perumahan Angkrek Regency beberapa waktu lalu.

Kejari Sumedang telah menunjuk 4 orang JPU untuk mengikuti perkembangan Penyidikan (P.16). Yang nantinya akan berkoordinasi langsung dengan Penyidik Polres Sumedang,” kata Kepala Kejari Sumedang Nurmayani, SH,. MH saat ditemui IniSumedang.Com Senin 17 Januari 2022, di Ruang kerjanya.

Sebelumnya, kata Nurmayani,
JPU telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Penyidik Polres Sumedang. Dalam perkara Penganiayaan Anak di bawah umur Atas Nama Tersangka Dra. Susilawati Binti H. Hasan.

“JPU masih menunggu hasil penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Polres Sumedang,” ucapnya.

Nurmayani mengatakan, penanganan kasus ini merupakan atensi langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E. M.Si, yang terjun langsung untuk melihat kondisi anak korban kekerasan R pada tanggal 07 Januari 2022 lalu.

“Dalam kunjungan itu, Bu Menteri ingin mengetahui dan bertemu dengan korban dengan didampingi oleh Kejaksaan Sumedang, Ketua Pengadilan Negeri Sumedang, Kapolres Sumedang serta Dinas terkait,” sebutnya.

Nurmayani berharap, masyarakat bersama-sama dengan aparat Penegak Hukum dapat berkomitmen untuk dapat menjaga lingkungan masyarakat dan keluarga agar tidak terulang kembali kejadian yang sama.

“Hal ini merupakan tanggung jawab bersama sebagai Warga Negara Indonesia yang taat hukum khususnya di wilayah Kabupaten Sumedang,” pesannya.

Seperti diketahui, R yang berusia masih 5 tahun ini ditemukan dalam keadaan disekap dan dirantai oleh Susilawati (53) di Perumahan Angkrek Regency, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara pada Rabu 5 Januari 2022 lalu.

Susilawati sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak Oleh Polres Sumedang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.