SUMEDANG – Kelangkaan gas Elpiji subsidi 3 kilogram kembali dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang. Selain sulit diperoleh, harga di tingkat pengecer juga dilaporkan melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Seorang warga Kecamatan Situraja, Dhofir Irofi (43), mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut di warung maupun pangkalan resmi.
“Sudah beberapa warung saya datangi, tapi belum juga dapat gas. Memang lagi susah sekali mencarinya,” ujarnya saat ditemui, Jumat (17/4/2026).
Menurut Dhofir, kondisi ini sudah terasa sejak menjelang Ramadan hingga Lebaran. Pada periode tersebut, pasokan dinilai semakin terbatas, sementara permintaan meningkat.
“Sejak sebelum Lebaran, waktu masih puasa, sudah mulai sulit dicari,” katanya.
Selain kelangkaan, harga Elpiji 3 kg juga mengalami kenaikan di tingkat pengecer. Ia mengaku sempat membeli dengan harga berkisar antara Rp23 ribu hingga Rp26 ribu per tabung.
Angka tersebut berada di atas HET yang seharusnya menjadi acuan dalam distribusi gas bersubsidi.
Kondisi ini dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada Elpiji subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan pasokan dan harga di lapangan.
“Saya berharap bisa kembali normal, baik harganya maupun ketersediaannya mudah didapat,” ungkap Dhofir.
Dhofir juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi Elpiji subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Harus lebih sering turun ke lapangan. Kalau ada pangkalan atau oknum yang nakal menjual di atas harga yang ditentukan, sebaiknya diberikan sanksi tegas,” tegasnya.
Keluhan warga ini menjadi indikator perlunya evaluasi sistem distribusi Elpiji 3 kg di Sumedang. Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting untuk memastikan ketersediaan tetap terjaga dan harga sesuai ketentuan.
Persoalan elpiji 3 kg Sumedang ini juga mencerminkan tantangan dalam penyaluran energi bersubsidi agar benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat kecil.






