Dua Pekan Dilaksanakan, Belajar Tatap Muka di Sumedang Bakal Dievaluasi Secara Khusus

  • Bagikan
Bupati dan Wabup

INISUMEDANG.COM – Setelah dua pekan dilaksanakan, tepatnya pada 30 Agustus 2021 lalu. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan akan melakukan evaluasi secara khusus pelaksanaan Pembelajaran Tatap muka terbatas (PTMT).

“Hasil monitoring yang kami lakukan selama PTMT ini dilaksanakan, hasilnya memang sudah memuaskan. Itu karena semua sekolah yang melaksanakan PTMT menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan ketat dan sarana Prokes juga sudah tersedia,” kata Bupati didampingi Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sumedang, Rabu (15/9/2021).

Kendati demikian, kata Dony, pihaknya akan melakukan evaluasi secara khusus. Dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan terjun langsung ke sekolah-sekolah yang melaksanakan PTMT.

“Jadi nanti Forkompinda akan terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan evaluasi secara khusus. Untuk melakukan upaya perbaikan kedepannya, jika memang ada yang harus diperbaiki,” tutur Bupati.

Seperti diketahui, sebanyak 283 sekolah mulai dari berbagai tingkatan di Sumedang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan bertahap dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat mulai Senin 30 Agustus 2021 lalu.

Adapun ke 283 sekolah yang mulai melaksanakan PTM tersebut, terdiri dari Kober 26 sekolah, TK 26 Sekolah, SD 86 Sekolah, SMP 22 Sekolah, FKBM 8 sekolah, MI 20 sekolah, MTS 61 sekolah, MA 27 sekolah SMA 3 sekolah dan SMK 4 sekolah.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sampras) pada Dinas Pendidikan Kab. Sumedang, Eka Ganjar mengatakan, mengaku terus melakukan evaluasi secara masif dengan dilaksanakannya PTMT ini.

Selain itu, dari 283 Sekolah yang melaksanakan PTMT sejak 30 Agustus lalu. Saat ini sudah mengalami penambahan sekolah yang melaksanakan PTMT.

“Sekarang sudah ada penambahan sekolah yang melaksanakan PTMT. Dimana untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah hampir 85 persen, SD 50 persen, sedangkan TK masih dibawah 30 persen yang melaksanakan PTMT,” kata Eka saat dihubungi melalui ponselnya.

Eka menambahkan, selama PTMT dilaksanakan belum ditemukan atau laporan adanya siswa yang terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah, tidak ada laporan adanya penyebaran Covid-19 sejak diberlakukannya PTMT ini. Dan mudah-mudahan memang tidak ada, karena itu harapannya. Kami juga terus melakukan evaluasi dan monitoring terkait Prokes di sekolah-sekolah yang melaksanakan PTMT ini,” kata Eka menegaskan.

  • Bagikan