DPRD Jabar: Menara Kujang Sepasang Tidak Tepat Dibangun di Masa Pandemi Covid-19

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Rencana pembangunan Menara Kujang Sepasang yang bakal dibangun di Objek Wisata Panenjoan Desa Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang, dari Bantuan Gubernur yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provisi Jawa Barat senilai Rp 100 miliar, dinilai tidak tepat dilaksanakan dimasa Pandemi Covid-19 sekarang ini.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Ukasah saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Gedung IPP Setda Kabupaten Sumedang, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, anggaran yang digelontorkan tersebut, tergolong sia-sia karena tidak berdampak terhadap perekonomian masyarakat dalam situasi Pandemi Covid-19 ini. Dimana Masyarakat lebih membutuhkan hal-hal yang penting terutama kebutuhan pangan akibat keterpurukan diberbagai sektor ekonomi saat ini.

“Bukan tidak perlu, tapi ada program yang lebih prioritas daripada itu. Apakah dengan pembangunan Menara Kujang Sepasang bisa berdampak terhadap ekonomi masyarakat. Jadi, kalau menurut saya mending dibatalkan atau ditunda saja itu, apalagi anggaran mencapai Rp 100 milyar,” ujarnya.

Heri menuturkan, seyogyanya anggaran Rp 100 miliyar itu dapat dipergunakan untuk pemulihan ekonomi Masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini, bukan dibangun untuk infrastruktur yang dampak ekonominya tidak terasa langsung oleh rakyat.

Dirinya juga menyayangkan, dana PEN di Jabar sebagian besar justru lebih diarahkan pada infrastruktur.

“Infrastruktur bukan tidak penting, tapi dalam situasi dan kondisi yang terdampak pandemi Covid-19, alangkah baiknya jika diarahkan kepada pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Selain itu, Heri menilai, jika anggaran PEN hanya dipakai untuk mendongkrak popularitas, isu-isu yang tidak penting dan pembangunan yang tidak penting.

Sehingga, sebagai Komisi yang membidangi masalah ekonomi, alangkah baiknya jiga anggaran PEN lebih difokuskan 80 persen untuk sektor ekonomi bukan ke infrastruktur.

“Memang butuh keberanian seorang Gubernur, karena payung hukumnya sudah ada dan memang tidak melanggar aturan. Seperti tadi untuk pembangunan menara Rp 100 miliyar untuk situasi sekarang momennya tidak tepat,” kata Heri menegaskan.

Masih kata Heri, dirinya sangat setuju dengan adanya anggaran PEN, jika peruntukannya bisa memulihkan ekonomi di Jabar, serta dapat mengurangi keterpurukan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga : Kunker Pansus II DPRD Jabar, Pembangunan TPS di Sumedang Persoalan Sampah Bisa Diselesaikan

Namun fenomena saat ini, Gubernur cenderung miring ke infrastruktur. Hal itu menjadi tidak sehat bagi Pemprov Jabar.

Untuk itu, tambah Heri, Komisi II DPRD Jabar mendorong agar pemulihan ekonomi menjadi prioritas utama. Terutama dari sektor-sektor ketahanan pangan, UMKM, atau sektor lainnya yang menjadi tolak ukur cikal bakal bangkitnya ekonomi

“Saat ini sektor pariwisata sedang terpuruk juga sektor industri sehingga ekonomi kecil menengah mesti menjadi prioritas. Sekali lagi saya tegaskan, infrastruktur bukannya tidak penting, tapi yang saat ini diperlukan adalah pemulihan ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat,” tandasnya.

Seperti diketahui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berjanji akan menjadikan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang menjadi destinasi wisata baru di Jawa Barat.

Untuk itu, Pemprov Jabar akan membangun masjid dan menara Kujang Kembar di Waduk Jatigede di objek wisata Panenjoan, dengan sumber anggaran dari APBD Provinsi Jawa Barat senilai Rp 100 miliar, yang rencananya akan mulai dibangun pada 4 Juni 2021 mendatang.

  • Bagikan