SUMEDANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang terus mengakselerasi penanganan anak tidak sekolah (ATS). Dari semula tercatat lebih dari 14.000 anak, kini jumlahnya menyusut menjadi sekitar 10.000 anak setelah dilakukan verifikasi dan validasi data secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, mengatakan penanganan ATS dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat untuk mempercepat penuntasan anak tidak sekolah di daerah.
“Awalnya tercatat lebih dari 14.000 anak tidak sekolah di Kabupaten Sumedang. Setelah kami lakukan verifikasi dan validasi, jumlahnya kini menjadi sekitar 10.000 anak,” ujar Eka saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut dia, proses verifikasi dan validasi dilakukan dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pihak kecamatan, hingga pemerintah desa. Langkah itu ditempuh untuk memastikan keberadaan dan status anak-anak yang tercatat dalam data awal.
Hasilnya, sambung Eka, sejumlah anak diketahui sudah kembali bersekolah, sementara sebagian lainnya telah pindah domisili ke kabupaten/kota lain.
“Sehingga data yang telah diperbarui tersebut kemudian dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk dilakukan sinkronisasi,” ungkapnya.
Eka menjelaskan, kategori anak tidak sekolah terbagi menjadi tiga, yakni anak yang pernah sekolah namun putus sekolah, anak yang tidak melanjutkan pendidikan, serta anak yang sama sekali belum pernah bersekolah.
Untuk penanganannya, Disdik menyiapkan dua jalur, yakni pendidikan formal dan non formal. Anak usia sekolah yang masih memungkinkan didorong kembali ke sekolah formal.
Sementara itu, bagi yang tidak dapat kembali ke jalur formal, diarahkan mengikuti pendidikan non formal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Saat ini seluruh kecamatan di Sumedang sudah memiliki PKBM, meski belum semua desa memilikinya. Data anak tidak sekolah kami serahkan ke masing-masing PKBM untuk ditindaklanjuti di wilayahnya,” kata Eka.
Ia menegaskan, upaya tersebut mulai berdampak pada peningkatan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Sumedang. Atas capaian itu, pada awal 2026 Pemerintah Kabupaten Sumedang menerima penghargaan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat sebagai daerah dengan kinerja terbaik dalam penyelesaian anak tidak sekolah se-Jawa Barat.
Eka menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan akan terus ditingkatkan.
“Target kami, angka anak tidak sekolah terus menurun sehingga rata-rata lama sekolah masyarakat Sumedang bisa meningkat sesuai sasaran pembangunan daerah,” ujarnya.






