Banner Iklan bjb

Di Hadapan Menko PMK, Bupati Paparkan Strategi Sumedang Turunkan Stunting dan Angka Kemiskinan

Stunting dan Angka Kemiskinan

INISUMEDANG.COM – Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Bupati Dony Ahmad Munir menjelaskan strategi Pemerintah Kabupaten Sumedang sehingga Angka Kemiskinan dan Stunting di Sumedang turun signifikan.

Hal itu berlangsung dalam kegiatan Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem secara online. Yang diikuti oleh para Kepala Daerah di Jawa Barat, Kamis (19/01/2023).

Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan, dalam rangka menjalankan program kegiatan Pemda Sumedang berpegang pada Visi Misi Sumedang Simpati (Sejahtera, Agamis, Maju,Profesional dan Kreatif) dan setiap tahun mempunyai tagline yang berbeda.

“Untuk tahun 2023 ini kami mempunyai tagline Sumedang Sakti yakni “Surti ngabakti pikeun Sumedang Simpati”. Intinya kami mengubah dari reaktif ke pro aktif,” kata Bupati.

Bupati menyebutkan, pembangunan di Kabupaten Sumedang tidak lepas dari tiga pondasi yakni agama, budaya dan teknologi.

“Adapun arah kebijakan ekonomi 2023 adalah membangun ketahanan ekonomi daerah. Dengan cara crosscuting seluruh kegiatan dan program sehingga efektif diantara seluruh stakeholder dan SKPD. Kemudian kami mobilisasi modal sosial yang ada,” terangnya.

Menurut Bupati, dengan cara tersebut Kabupaten Sumedang akan melakukan upaya pembangunan di tahun 2023.

“Arahnya ke ketahanan pangan, hilirisasi industri, digitalisasi ekonomi, peningkatan pendapatan, dan literasi digital. Ini sesuai dengan apa yang menjadi arahan Pak Presiden,” tuturnya.

Dikatakan, pihaknya juga menggunakan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) sebagai pengungkit. Dengan prinsip “good data makes good decision and good result”.

“Dengan ditopang oleh mobilisasi dan orkestrasi lintas jenjang pemerintahan dan lintas stakeholders pada akhirnya di tahun 2021 sampai 2022 tingkat kesejahteraan membaik,” terangnya.

Mempercepat Angka Penurunan Stunting

Dijelaskan Bupati dalam mempercepat angka penurunan stunting, Kabupaten Sumedang menggunakan sebuah platform yakni e-Simpati.

“Kami mempunyai sebuah aplikasi yang bernama e-Simpati, yakni sistem pencegahan stunting terintegrasi. Yang membangun platform ini adalah para ASN kami, jadi kami tidak memakai vendor,” ujarnya.

Aplikasi tersebut, lanjut Bupati, digunakan oleh para kader Posyandu. Untuk memantau tumbuh kembang bayi, Balita dan anak-anak di lingkungannya masing-masing untuk mencegah stunting.
“Smart phone dibagikan sepada sekitar 1.700 kader posyandu oleh salah satu BUMN di Indonesia. Inilah gotong royong, mobilisasi dan orkestrasi yang kami lakukan,” ujarnya.

Sementqra itu, Menko PMK, Muhadjir Effendy mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo dalam mempercepat pemenuhan target penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten/Kota.

“Para Kepala Daerah agar berupaya lebih keras lagi dalam menurunkan angka stunting di daerahnya masing-masing. Mengingat di tahun 2022 penurunannya masih belum mencapai angka yang telah targetkan oleh Presiden,” ungkapnya.

Menko PMK mengucapkan banyak terima kasih atas capaian-capaian yang telah raih oleh kabupaten dan kota. Akan tetapi ia meminta agar target penurunan di Tahun 2023  minimal bisa mencapai 3,8 persen atau 4 persen.

“Tetapi kita masih tetap harus mencapai target penurunan pada tahun 2023 ini, minimal bisa mencapai target 3,8 persen atau 4 persen,” tambahnya.

Selain penurunan stunting, terkait angka kemiskinan, Muhadjir menyebutkan pada Tahun 2022 terdapat kenaikan angka kemiskinan.

“Bahwa pada tahun 2022 terdapat kenaikan angka kemiskinan di beberapa Provinsi di Indonesia, namun kenaikan tersebut tidak signifikan,” ujarnya.