Desa Margaluyu Kembangkan Budidaya Tanaman Jahe

  • Bagikan

TANJUNGSARI – Ditengah Pandemi Covid 19, pemerintah Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang mencoba peruntungan dengan memberdayakan masyarakat menanam Jahe. Sebab, Jahe menjadi komoditas yang tak terpengaruh harganya meski perekonomian Indonesia sedang melemah.

Sekretaris Desa Margaluyu Ryan Syaifurrakhman mengatakan harga jahe masih stabil di pasaran meski harga barang komoditi lain sedang turun. Oleh karena itu pihak desa telah berencana memanfaatkan lahan untuk ditanami Jahe.

“Tanaman Jahe sengaja dipilih selain karena panennya yang tidak membutuhkan waktu lama, juga karena tidak begitu sulit diterapkan oleh masyarakat,” katanya.

Secara budidaya masyarakat memiliki kemampuan di bidang bertani. Seperti cara menanamnya, merawat, dan memasarkannya.

Ia menerangkan dalam hal ini perlu adanya kerjasama dari warga dengan pihak desa. Sebab jika nantinya berjalan untuk kebutuhan proses penanaman Jahe akan dibantu oleh desa.

“Kita fasilitasi. Walaupun daerah pertanian banyaknya di dusun dua, tiga dan empat, tapi di dusun satu tetep ditawarkan,” ujarnya.

Karena dusun satu tidak memiliki lahan, kata Ryan antisipasinya penanaman Jahe akan dilakukan dengan sistem polybag.

Selain itu lanjut Ryan, pihak desa juga coba mengantisipasi penanaman Jahe melalui lahan yang dinilai tidak produktif guna dapat memberdayakan masyarakat.

Sementara itu untuk sistem penjualan dari hasil panen Jahe kata Ryan akan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Nanti ditampung BUMDes, kalau memungkinkan tidak hanya menampung tapi membeli, sehingga BUMDes memerankan fungsi mediator,” imbuh Ryan.

Baca Juga : Korban Tewas Bus Masuk Jurang di Sumedang Menjadi 27 Orang, Berikut Daftar Nama dan Alamatnya

Terkait penanaman Jahe, Ryan menerangkan untuk saat ini telah berjalan 1500 bibit, namun belum menggunakan anggaran desa alias masih swadaya masyarakat.

Hal tersebut disebabkan warga cukup antusias dengan program baru, selain itu juga dikarenakan pihak desa ingin melihat terlebih dahulu keseriusan serta ketekunan warga dalam menanam Jahe.

“Ada warga yang punya lahan pengen nanem silahkan, ada yang belum ada bibit dikasih juga ada donatur,” pungkas Ryan.

Setelah prospek terlihat bagus, warga yang berpartisipasi juga memiliki kemampuan dalam menanam Jahe, maka ucap Ryan pihak desa akan langsung berikan fasilitas dan bantuan yang diperlukan guna mengembangkan program tersebut.

“Pupuknya kita fasilitasi, bibitnya kita fasilitasi, kemudian butuh polybag nanti kita siapkan,” kata Ryan.

Melalui program tersebut Ryan berharap dapat membentuk kultur membudidayakan Jahe bagi warga serta dapat membuka peluang usaha untuk masyarakat.

“Harapan ke depan dapat jadi program unggulan. Membuka lapangan pekerjaan baru dan usaha baru,” tuturnya.

Untuk rencana ke depannya Ryan menjelaskan, nanti selain dapat menjual hasil panen Jahe, warga Desa Margaluyu juga akan dilatih supaya berinovasi mengolah minuman atau makanan berbahan dasar Jahe.

  • Bagikan