Bagaimana Ucapkan Hari Ibu Menurut Kacamata Islam?

Hari Ibu
IST - STIKER Ucapan hari ibu banyak menyebar di berbagai media sosial dan pesan broadcast.

INISUMEDANG.COM – Tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai hari ibu. Sejarah hari ibu di Indonesia menjadi wujud perjuangan emansipasi wanita di negeri ini. Tahun ini, Hari Ibu diperingati pada Rabu, 22 Desember 2021.

Menurut informasi yang dihimpun Inisumedang.com Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 1928, di tahun yang sama dengan Sumpah Pemuda.

Kongres Perempuan pada 1928 tersebut menjadi sejarah Hari Ibu yang diperingati tanggal 22 Desember. Dirangkum dari laman resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kompaspedia, pada 22-25 Desember 1928 organisasi-organisasi perempuan mengadakan kongres pertamanya di Yogyakarta.

Lalu, bagaimana hukum mengucapkan hari ibu menurut kacamata islam. Berikut rangkumannya menurut dai kondang Buya Yahya dalam kanal Youtubenya Al-Bahjah TV. Buya Yahya sempat mengulas apakah boleh merayakan hari ibu untuk umat muslim.

Menurut Buya Yahya istilah hari ibu sebenarnya adalah sesuatu yang tidak perlu dalam Islam. Apalagi hanya dirayakan sekali dalam setahun. Pasalnya sosok Ibu yang notabene adalah perempuan pada dasarnya telah dimuliakan oleh Islam. Alhasil seorang perempuan tidak membutuhkan emansipasi untuk mengangkat derajatnya.

“Siapakah orang yang perlu aku perlakukan baik ya Rasulullah? Siapa yang paling berhak aku perlakukan baik ya Rasulullah? Jawab Rasulullah Ibumu. Siapa lagi? Ibumu. Siapa lagi? Ibumu. Semuanya,” kata Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya Islam sudah menjadikan wanita tinggi sehingga tidak perlu istilah emansipasi. Tidak hanya itu, Buya Yahya juga menjelaskan berdasarkan sejarahnya di negara lain hari ibu terjadi karena adanya semacam imbauan orang-orang sudah lalai pada urusan dengan ibu.

“Sehingga hari ibu digunakan sebagai pengingat kewajiban seorang anak,” ujarnya.

Pada akhirnya, memuliakan ibu telah dianjurkan setiap hari dalam Islam tanpa perlu ada hari khusus.