oleh

8 Persen dari 1,15 juta Penduduk di Sumedang Sudah Divaksin Covid-19

INISUMEDANG.COM – Sebanyak 8 persen dari 1.152.507 Jiwa atau 1,15 juta jiwa penduduk di Sumedang, sudah disuntik Vaksin Covid-19.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang Ekky Riswandiyah, ketika dikonfirmasi wartawan disela Vaksinasi bagi Lansia (lanjut usia) di Puskesmas Situ Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, sejak dimulainya vaksinasi Covid-19 di Kab. Sumedang pada 29 Januari lalu, hingga saat ini, Dinkes Sumedang sudah melakukan vaksinasi sebanyak kurang lebih 8 persen dari jumlah penduduk di Sumedang.

“Alhamdulillah, pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan (Nakes), TNI, POLRI dan Pelayanan Publik di Sumedang sudah hampir rampung mendapat vaksin. Hanya saja, ada beberapa Nakes yang sempat ditunda karena terkendala kesehatannya. Namun, kami sudah memiliki data Nakes yang ditunda dan kemudian akan dilakukan Vaksinansi selanjutnya,” ujarnya.

Adapun pada kesempatan hari ini, sambung Ekki, pihaknya melakukan vaksinasi orang lanjut usia (lansia). Dan dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan telah melakukan persiapan yang matang untuk tahapan demi tahapan mulai dari pendaftaran dan pengecekan tensi darah, screening dokter.

“Hari ini, kami melakukan vaksinasi bagi 150 purna bhakti, yang pelaksanaannya dibagi dalam 3 hari, yaitu untuk hari ini sebanyak 60 orang, besok 60 orang, dan pada hari Jum’at sekitar 50-an, sehingga total 150 orang. Namun, pada hari ada yang ditunda tiga orang, karena harus meminta rekomendasi dari dokter spesialis dulu,” ucapnya.

Diakui Ekky, untuk vaksinasi bagi lansia terkendala distribusi baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi.

Pasalnya ada beberapa prioritas yang harus didahulukan seperti, tenaga kesehatan (nakes), pejabat publik, TNIPOLRI, dan pelayan publik.

“Vaksinansi bagi lansia perlu ada perlakuan khusus, yaitu harus di fasilitas kesehatan (faskes), karena tingkat resikonya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Selain itu, dari rentang waktunya lebih lama yaitu 28 hari dari vaksin pertama ke vaksin kedua. Sehingga kita cari tempat yang aman seperti puskesmas,” tuturnya.

Ekki menambahkan berdasarkan data dari Pemerintah Daerah ada sebanyak 160.000 lansia yang masuk daftar. Jumlah tersebut, berbeda dengan versi dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 130.000, untuk itu Dinkes tengah melakukan upaya pendataan kembali.

“Vaksinasi bagi lansia itu masuk data di kecamatan dan masuk daftar puskesmas. Akan tetapi untuk yang khusus (pensiunan dan paguyuban Sumedang sehat), itu ada di faskes faskes kota. Dan berdasarkan data kami, ada sekitar 300 lansia yang sudah divaksin,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait