250 Atlet Sumedang Jadi Orang Pilihan, Ketua KONI: Tak Semua Bisa Pakai Seragam Kontingen

SUMEDANG – Sekitar 250 atlet dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Sumedang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Bagi Ketua KONI Kabupaten Sumedang, mereka bukan sekadar atlet yang lolos seleksi, tetapi orang-orang pilihan yang mendapat kepercayaan untuk mengharumkan nama daerah.

Pesan itu disampaikan Ketua KONI Sumedang Budi Arianto
saat memberikan pembekalan kepada para atlet dalam kegiatan character building di Yonif 301/Prabu Kian Santang, Sabtu 3 Oktober 2026.

Ia mengatakan, dari jumlah penduduk Sumedang yang mencapai sekitar 1,2 juta jiwa, hanya sebagian kecil yang mendapat kesempatan mengenakan seragam kontingen dan bertanding membawa nama daerah.

“Ini adalah orang-orang pilihan. Dari sekitar 1,2 juta masyarakat Sumedang, hanya sekitar 250-an atlet yang akan mengenakan pakaian kontingen Sumedang. Tidak semua generasi muda bisa mendapatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Menurutnya, status sebagai atlet terpilih harus menjadi sumber motivasi sekaligus tanggung jawab. Para atlet diminta tidak sekadar mengejar kemenangan pribadi, tetapi menyadari bahwa perjuangan mereka akan membawa nama Sumedang.

Karena itu, Budi menilai persiapan menuju Porprov tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknik dan fisik. Mental bertanding justru menjadi bagian penting yang harus dibangun sejak sebelum atlet turun ke arena.

“Skill, teknik dan fisik itu penting. Tetapi atlet juga membutuhkan mental baja, disiplin, keberanian, daya juang dan keyakinan,” kata Budi.

Melalui kegiatan character building, KONI Sumedang menggandeng jajaran Yonif 301/Prabu Kian Santang untuk memberikan pembinaan karakter kepada para atlet.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan serta mental pejuang. Budi berharap pengalaman yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan para atlet ketika kembali menjalani latihan maupun saat bertanding.

“Tim yang baik adalah tim yang kompak, saling memperhatikan dan saling mengingatkan. Ini yang harus kita bawa sampai pertandingan,” ujarnya.

Ia juga meminta para atlet menjaga optimisme dan tidak larut dalam kekhawatiran menghadapi lawan. Menurutnya, keyakinan terhadap kemampuan diri menjadi salah satu modal penting untuk meraih prestasi.

“Jangan berpikir negatif. Pikirkan yang baik, positif dan optimistis. Kita harus yakin bahwa atlet Sumedang mampu meraih prestasi setinggi-tingginya,” katanya.

Selain pembinaan mental, Budi juga menitipkan pesan khusus kepada para atlet agar tidak melupakan peran keluarga. Sebelum berjuang di arena Porprov, atlet diminta menemui orang tua untuk meminta maaf sekaligus memohon doa.

“Setelah kegiatan ini, temui orang tua masing-masing. Minta maaf dan minta doa. Kita tetap berusaha dengan latihan, tetapi doa orang tua juga menjadi kekuatan yang sangat penting,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian persiapan yang dilakukan KONI, termasuk character building, mampu melahirkan kontingen yang tidak hanya siap secara teknik, tetapi juga kuat secara mental.

“Harapan kita tentu hasil terbaik. Dan hasil terbaik itu adalah juara,” tegas Budi menandaskan