Berita  

1.404 Praja IPDN Diwisuda, Mendagri: Banyak Kepala Daerah Berebut Lulusan

SUMEDANG – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mewisuda 1.404 Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/7).

Jumlah lulusan tersebut terdiri atas 45 doktor Ilmu Pemerintahan, 73 magister terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 sarjana terapan Ilmu Pemerintahan, dan 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.

Pada kesempatan itu, IPDN juga mengumumkan para lulusan terbaik. Lulusan terbaik Program Doktor Ilmu Pemerintahan diraih Dr. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si. dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,951. Sementara lulusan terbaik Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan diraih Elliya Nurul Firdaus, S.H., M.Tr.I.P. dengan IPK 3,90.

Adapun lulusan terbaik Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan adalah Ridwan Mochamad Ramdhani asal Majalengka dengan IPK 3,87. Sementara peringkat pertama lulusan terbaik Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan diraih Aji Bayu Ramadhan asal pendaftaran Nusa Tenggara Timur dengan IPK 3,8414, disusul Siti Ifadoh asal Jawa Timur (IPK 3,8773) dan Mohamad Toriq Anwar asal Jawa Tengah (IPK 3,8334).

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang memimpin prosesi wisuda menyampaikan apresiasi atas capaian IPDN dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang pemerintahan.

“Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi kita semua karena melaksanakan wisuda. IPDN telah berhasil melahirkan ilmuwan-ilmuwan di bidang ilmu pemerintahan. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika,” ujarnya.

Tito menilai kualitas lulusan IPDN semakin diakui. Menurutnya, banyak kepala daerah yang menyampaikan keinginan untuk merekrut lulusan IPDN karena dinilai memiliki bekal akademik, keterampilan kepamongprajaan, serta karakter yang kuat.

“Beberapa kepala daerah menghubungi saya. Mereka sangat berminat menarik lulusan IPDN karena para praja tidak hanya belajar akademik dan ilmu pemerintahan, tetapi juga berbagai keterampilan lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, lulusan IPDN juga dibekali kemampuan kesamaptaan, kesehatan, integritas, nasionalisme, disiplin, serta mental ideologi sehingga menjadi nilai tambah dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Meski demikian, Tito menegaskan penempatan lulusan IPDN akan disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah. Menurutnya, para lulusan tidak harus langsung kembali ke daerah asal agar memperoleh pengalaman bertugas di berbagai wilayah sebagai ASN yang memiliki wawasan nasional.