oleh

Wabup Erwan ajak Pengusaha Berperan Aktif Sosialisasikan Prokes AKB

INISUMEDANG.COM-Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan mengajak para pengusaha di Kabuaten Sumedang, agar berperan aktif menyosialisasikan protokol kesehatan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), yang mana akan diterapkan mulai Selasa (2/6/2020).

Mulai dari pihak tempat perbelanjaan, pusat jajanan, hotel hingga restoran di Kota Tahu, harus menyosialisasikan protokol tersebut kepada pengunjung. Berikut menyediakan fasilitas prokes tersebut, mulai dari sarana dan prasarana cuci tangan, imbauan memakai masker dan pengecekan suhu tubuh.

“Selalu sosialisasikan prokes, sampaikan kepada pengunjung,” ujarnya pada sosialiasi persiapan penerapan AKB, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sumedang, Sabtu (30/5/2020).

Erwan mengatakan, dalam menyiapkan sapras prokes tersebut, pihak pengusaha ditekankan agar menyediakan sapras yang memadai bukan sekedar formalitas.

Ini Baca Juga : Sumedang Keluar dari PSBB dan Masuk Era Adaptasi Kebiasaan Baru

“Tempat cuci tangan yang dIsediakan harus memadai, airnya mengalir sabunnya ada. Jangan hanya memenuhi syarat semata saja. Cek tiap tempat cuci tangannya,” katanya.

Kemudian, pengusaha harus rajin menyemprotkan disinfektan secara berkala ke tempat usahanya. Mengingat, Sumedang merupakan salah satu daerah lintasan di Jawa Barat, yang mana dilalui atau didatangi pihak-pihak dari luar yang bisa saja dari daerah zona merah.

Menurutnya, saat ini status Sumedang belum 100% aman dari Covid-19, baru sampai pada level 2 zona biru.

“Kita masih belum aman, masih zona biru. Makanya kedisiplinan harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumedang H. Nana Mulyana menuturkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya penerapan protokol kesehatan di tiap-tiap hotel dan restoran.

Mulai dari pengolahan makanan di dapur sampai ke tahap penghidangan di depan konsumen.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya, di internal mulai dari dapur, juru masak semua menggunakan masker, tutup kepada dan memakai baju tangan panjang.”

“Kemudian, para pelayanan menggunakan APD, topi, masker dan pelindung wajah karena mereka berhadapan langsung dengan pelanggan,” ungkapnya.

Tidak hanya di situ, lanjut Nana, makanan yang disajikan pun dari mulai dapur dibungkus hingga sampai ke tangan konsumen.

“Ini sebagai upaya kita di sektor wisata. Bahwa Sumedang ingin membangun wisata sehat, yang datang sehat pulang sehat sehingga masalah ini menjadi konsen kita bersama, multiefeknya banyak,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait