oleh

Masa AKB, Tren Masyarakat Berwisata ke Tempat Murah dan Gratis

INISUMEDANG.COM-Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Sumedang sudah berjalan 12 hari, namun tingkat okupansi hotel masih rendah.

Kemudian restoran, rumah makan, kafe dan destinasi wisata terlihat sudah ada yang buka.

Namun jumlah pengunjung belum signifikan dibanding dengan sebelum ada Corona.

Menurut Ketua PHRI Kabupaten Sumedang H. Nana Mulyana, SE.,MM mengatakan Jumlah pengunjung ke tempat-tempat wisata baru diangka 40 persen dibanding hari yang sama sebelum Corona.

“Dalam dua hari terakhir ini pengunjung sudah mulai nampak, meskipun belum terlalu signifikan”. Katanya.

Kemudian, lanjut Nana, saat ini yang masuk ke tempat pariwisata di Sumedang baru mencapai 40 persen dibandingkan dengan hari yang sama sebelum Corona.

“Daya beli masyarakat sudah menurun, dan yang menjadi tren masyarakat sekarang ini adalah datang ke tempat wisata yang murah atau bahkan tidak berbayar”. Ucapnya.

Kata Nana, bisa dilihat bagaimana masyarakat Sumedang datang ke sungai Cihonje atau ke perkebunan teh marga windu.

“Yang mana mereka berjubel di sana, kemudian juga ke destinasi wisata yang lain yang sifatnya gratis memang penuh, tetapi kalau yang berbayar dengan tarif di atas lima belas ribu ke atas pengunjungnya hanya 40 persen”. Kata Nana.

Disisi lain, kata Nana, tempat destinasi wisata yang berbayar sudah melaksanakan standar protokoler kesehatan, sedangkan yang gratis yang perlu diwaspadai.

“Destinasi yang resmi bertarif sudah melaksanakan standar Covid-19 yang bener tetapi justru yang tidak bayar seperti di sungai Cihonje ataupun di perkebunan marga windu dan di Jatigede yang tidak berbayar itu yang perlu kita awasi bersama”. Pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

Berita Terkait