INISUMEDANG.COM – Kritik terhadap gaya permainan AC Milan di bawah asuhan Massimiliano Allegri kembali mencuat. Kali ini, sorotan datang dari komedian Italia, Marco Santin, yang menilai pendekatan taktik sang pelatih kurang menarik untuk ditonton.
Dalam wawancara bersama Tuttosport, Santin mengungkapkan pandangannya secara terbuka. Ia bahkan membandingkan Allegri dengan Cristian Chivu, dan menyebut keduanya memiliki pendekatan yang sangat berbeda.
Menurut Santin, gaya permainan yang diterapkan Allegri cenderung monoton. Ia menilai pendekatan tersebut tidak memberikan hiburan yang cukup bagi penonton.
“Tidak ada perbandingan antara Chivu dan Allegri. Dari pada menonton pertandingan tim asuhan Allegri, saya lebih memilih melihat orang bermain rubabandiera.”
“Sepak bola versi Allegri itu, seperti merusak permainan,” ungkap Santin dikutip dari akun X jurnalis Nicolo Achira, Jumat (3/4/2026).
Rubabandiera sendiri merupakan permainan tradisional di Italia yang berarti “mencuri bendera”. Perbandingan tersebut digunakan Santin untuk menggambarkan tingkat hiburan yang ia rasakan dari pertandingan Milan saat ini.
Hasil Tetap Kompetitif
Terlepas dari kritik tersebut, performa AC Milan di lapangan menunjukkan hasil yang cukup konsisten. Sejak kembali menangani tim pada awal musim 2025/2026, Allegri mampu membawa Rossoneri kembali bersaing di papan atas.
Hingga pekan ke-30 Serie A, Milan menempati posisi kedua klasemen sementara. Mereka hanya terpaut enam poin dari rival sekota, Inter Milan, yang berada di puncak.
Capaian ini mencerminkan efektivitas pendekatan taktik Allegri dari sisi hasil. Meski gaya bermain kerap menjadi bahan kritik, tim tetap mampu menjaga konsistensi dalam perolehan poin.
Dalam sepak bola modern, perdebatan antara gaya bermain atraktif dan efektivitas hasil menjadi hal yang umum. Kritik seperti yang disampaikan Santin menunjukkan adanya ekspektasi publik terhadap permainan yang tidak hanya efektif, tetapi juga menghibur.
Namun, bagi tim yang tengah bersaing dalam perburuan gelar, hasil akhir sering kali menjadi prioritas utama. Dalam konteks ini, Allegri dinilai mampu menjaga Milan tetap berada dalam jalur kompetitif.
Antara Kritik dan Target Gelar
Situasi AC Milan saat ini memperlihatkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, ada kritik terhadap gaya bermain yang dianggap kurang menarik. Di sisi lain, terdapat pencapaian yang menunjukkan tim tetap berada dalam persaingan menuju gelar juara.
Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, konsistensi akan menjadi faktor kunci. Milan perlu menjaga performa agar tetap berada dalam tekanan terhadap pemuncak klasemen.
Isu Allegri AC Milan kini menjadi bagian dari dinamika yang mengiringi perjalanan tim musim ini. Kritik yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi, sementara hasil di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama.
Jika mampu mempertahankan tren positif, peluang Milan untuk bersaing dalam perebutan gelar Serie A tetap terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah berbagai pandangan, keseimbangan antara hasil dan gaya bermain masih menjadi perdebatan yang relevan dalam sepak bola.






