Banner Iklan bjb

Sejarah Batu Kuda di Gunung Manglayang, Terbang dari Cirebon Menuju Banten

Situs batu kuda di Gunung Manglayang Kabupaten Bandung yang bersebelahan dengan Kabupaten Sumedang menyimpan kisah mistis.

INISUMEDANG.COM – Kisah kisah mistis dan sejarah memang selalu menarik untuk disimak. Seperti sejarah situs Batu Kuda yang berada di puncak Gunung Manglayang Kabupaten Bandung yang bersebelahan dengan Kabupaten Sumedang.

Nama Manglayang sendiri di ambil dari kata Layang yang berarti Layangan (Terbang). Hal ini diperkuat dengan kedatangan seekor kuda terbang yang bernama Semprani. Konon katanya, Kuda yang bernama semprani ini terbang dari wilayah Cirebon ke wilayah Banten. Pada saat terbang, Kuda terbang ini tersungkur jatuh di permukaan dasar lereng Gunung Manglayang.

Percaya atau tidak mengenai mitos itu, sekarang kuda yang dimaksud tadi adalah wujud batu besar yang ada di Situs Batu Kuda Manglayang. Memang dari bentuk batu yang ada, mirip dengan ketika si kuda tersebut mencoba meloloskan diri dari kubanga. Namun tenaga si kuda tersebut terlanjur habis karena kelelahan. Hingga akhirnya si penunggang kuda semprani menyerah lalu duduk di sebuah kursi yang berada tidak jauh dari kubangan kuda itu.

Kemudian tempat sang penunggang duduk disebut sekarang ini dikenal dengan Batu Kursi. Sedangkan kubangan tempat si Kuda Semprani terjerembab sekarang ini dikenal dengan nama Batu Kuda.

“Situs Batu Kuda ini memang agak mistis, bahkan ada aturan yang berlaku, setiap hari Senin dan Kamis para pendaki atau siapapun dilarang memasuki area Gunung Manglayang. Karena menurut kepercayaan setempat, itu adalah hari berkumpulnya para leluhur dan ruh halus,” ujar Dadang Bendo warga sekitar.

Menurut Dadang, selain itu para pendaki yang hendak mendaki ke Gunung Manglayang tidak diperkenankan dalam jumlah yang ganjil.