Kinerja Pemkab Sumedang 2025 Menguat, Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Menurun

RLPPD Sumedang 2026
Foto : Istimewa

SUMEDANG, 26 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumedang mencatat capaian kinerja positif sepanjang tahun anggaran 2025. Hal ini tercermin dalam Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) yang menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator utama pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga penurunan angka kemiskinan menjadi indikator yang memperlihatkan tren perbaikan. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga memperkuat layanan publik dan tata kelola berbasis digital.

Ekonomi Tumbuh Melampaui Target

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang pada 2025 mencapai 5,48 persen. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,05 persen dan melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,20 persen.

Kenaikan ini didorong oleh pemulihan ekonomi pascapandemi serta pertumbuhan sektor industri pengolahan dan sektor pertanian yang tetap stabil.

Ini Baca Juga :  Akhir Tahun ini Tol Cisumdawu Akan Dioperasikan Sampai Cimalaka

Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami peningkatan. Pada 2025, pendapatan per kapita mencapai Rp42,65 juta, naik dari Rp39,70 juta pada 2024.

Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Pemkab Sumedang juga mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi 8,81 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 9,10 persen.

Tingkat pengangguran terbuka turut mengalami penurunan menjadi 6,08 persen dari sebelumnya 6,16 persen. Tren ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasar tenaga kerja di daerah.

IPM Naik, Kualitas SDM Meningkat

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sumedang meningkat menjadi 75,50 poin pada 2025. Capaian ini menempatkan Sumedang dalam kategori tinggi dan menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Peningkatan IPM didukung oleh perbaikan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta peningkatan daya beli masyarakat.

Ini Baca Juga :  Pemkab Sumedang Sosialisasi Pemanfaatan Panas Bumi Geothermal Gunung Tampomas

Layanan Publik Semakin Baik

Kinerja pelayanan dasar menunjukkan hasil yang cukup baik. Di sektor pendidikan, partisipasi anak usia sekolah dasar mencapai lebih dari 96 persen.

Sementara itu, layanan kesehatan dasar seperti pelayanan ibu hamil, bayi, dan lansia telah mencapai angka di atas 80 persen. Bahkan beberapa indikator layanan kesehatan tertentu mencapai 100 persen.

Pada sektor infrastruktur, tingkat kemantapan jalan mencapai 87,28 persen. Akses masyarakat terhadap air minum layak juga telah melampaui 95 persen.

Kinerja Pemerintahan Diakui Nasional

Dalam evaluasi nasional, Kabupaten Sumedang berhasil menempati peringkat ke-11 dari 414 kabupaten di Indonesia dengan kategori kinerja tinggi. Capaian ini mencerminkan efektivitas tata kelola pemerintahan daerah.

Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,90 triliun atau 98,69 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah mencapai 96,85 persen dari pagu anggaran.

Ini Baca Juga :  Pembinaan PPPK, Sekda : Bukan Hanya dapat Gaji Dan Tunjangan, Tetapi Harus Memberikan Kontribusi Yang Signifikan.

Ketimpangan Jadi Perhatian

Di tengah capaian positif tersebut, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi, salah satunya peningkatan ketimpangan pendapatan. Nilai gini ratio naik menjadi 0,377 dari sebelumnya 0,337.

Kondisi ini menunjukkan bahwa distribusi hasil pembangunan belum sepenuhnya merata, meski masih berada dalam kategori ketimpangan rendah.

Fokus Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada 2025, arah kebijakan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, serta digitalisasi tata kelola pemerintahan.

Tema pembangunan yang diusung adalah “Ekonomi Daerah yang Tangguh, Inklusif dan Berkelanjutan”, sebagai landasan untuk menjaga konsistensi pertumbuhan sekaligus pemerataan kesejahteraan.