INISUMEDANG.COM – Presiden Como, Mirwan Suwarso, menyampaikan kekecewaannya atas insiden yang terjadi di tribun VIP saat timnya menghadapi Inter Milan dalam lanjutan Serie A.
Suwarso menyoroti adanya tindakan tidak pantas yang ditujukan kepada delegasi tim tamu di area kehormatan. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan nilai yang dijunjung dalam dunia sepak bola.
“Kami adalah klub dengan prinsip kuat, dan salah satu yang utama adalah martabat. Nilai ini, harus tercermin tidak hanya di lapangan.”
“Tetapi juga dalam sikap terhadap lawan, suporter mereka, serta para perwakilan resmi,” ujar Suwarso, dikutip dari laporan jurnalis Daniele Mari, Senin (13/4/2026).
Tegaskan Pentingnya Etika
Suwarso menilai bahwa emosi dalam pertandingan merupakan hal yang wajar. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menghapus nilai dasar seperti saling menghormati.
Menurutnya, ejekan dan hinaan yang terjadi di area VIP justru merusak citra dan fondasi nilai klub.
Ia menegaskan bahwa pihak klub akan mengambil langkah untuk memastikan standar perilaku tetap terjaga di masa mendatang.
“Siapa pun yang tidak mampu menghormati nilai tersebut, tidak akan mendapat tempat di klub ini,” tegasnya.
Tetap Bangga dengan Performa Tim
Terlepas dari insiden tersebut, Suwarso tetap menyampaikan apresiasi terhadap performa timnya di lapangan. Como diketahui harus mengakui keunggulan Inter dengan skor tipis 3-4.
Ia menilai para pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi hingga akhir pertandingan.
“Terlepas dari hasil akhir, saya sangat bangga dengan tim ini. Mereka memberikan segalanya di lapangan dan bertarung dengan penuh kehormatan. Inilah, semangat yang menjadi identitas kami,” ujarnya.
Jaga Integritas Kompetisi
Suwarso menekankan bahwa rasa saling menghormati menjadi elemen penting dalam menjaga integritas klub dan kompetisi secara keseluruhan.
Insiden di tribun VIP ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga mencerminkan nilai dan etika yang dijunjung oleh seluruh elemen yang terlibat.
Situasi Como Inter ini pun menjadi sorotan, tidak hanya dari sisi pertandingan, tetapi juga dari aspek perilaku dan budaya dalam sepak bola profesional.






