Pergerakan Tanah di Desa Tanjungwangi Masih Berpotensi Terjadi, Ini Langkah BPBD Sumedang

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, mulai menyiapkan beberapa langkah terkait penanganan Bencana Pergerakan Tanah di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang.

Pasalnya, berdasarkan hasil kajian Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) disimpulkan bahwa di lokasi terjadinya pergerakan tanah di Desa Tanjungwangi, masih berpotensi terjadinya gerakan tanah tipe lambat yang berpotensi menjadi tipe cepat dan akan terus terjadi pergerakan terutama pada saat dan setelah hujan dengan intensitas tinggi atau curah hujan diatas normal.

Plt Kepala BPBD Sumedang Dra. Hj. Yanuarti Kania Dewi didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sumedang, Adang S.Ip mengatakan, atas hasil kajian dari PVMBG tersebut, pihaknya sudah merumuskan beberapa langkah, seperti berkoodinasi dengan pihak pemerintah Desa dan Kecamatan, serta melakukan sosialisasi terkait hasil tersebut. Serta menempatkan warga terdampak di rumah penduduk lainnya.

“Jelang Ramadan ini, kita sudah melakukan beberapa langkah, seperti program sisipan. Jadi masyarakat yang terdampak untuk sementara ditempatkan di rumah penduduk dan akan disupport untuk kebutuhan logistiknya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan di Kantor BPBD Kabupaten Sumedang, Senin (12/4/2021).

Selanjutnya, sambung Adang, pihaknya juga bekerjasama dengan PVMBG telah melakukan kajian untuk lahan relokasi yang aman dan nyaman untuk ditempati oleh warga terdampak pergerakan tanah tersebut.

Selain itu, berdasarkan keterangan warga, pergerakan tanah di Desa Tanjungwangi tersebut bukan kali ini saja terjadi. Namun, pernah terjadi pada tahun 2005 lalu.

“Jika berdasarkan informasi tersebut, kami kawatir akan terjadi siklus pergerakan tanah. Untuk itu, kami berencana akan merelokasi warga, dan rencananya ke Lapang Sepakbola yang statusnya Tanah Kas Desa (TKD) Tanjungwangi. Hanya saja masih proses sosialisasi dan musyawarah dengan warga Desa,” ujarnya.

Sementara terkait respon warga terdampak dan anggaran relokasi sendiri. Adang mengatakan, dari 23 KK dengan jumlah 68 jiwa warga yang terdampak, semuanya sudah siap untuk direlokasi. Kemudian terkait anggaran relokasi dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan hasil kajian dari PVMBG dan rumusan langkah – langkah yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sumedang ke Bupati.

“Insya Allah kami setelah kajian dan rumusan dilapangan selesai kami akan melaporkanya ke Pimpinan. Kami berharap setelah mengetahui kondisi dan situasi dilapangan, serta persyaratannya sudah terpenuhi, mudah-mudahan anggarannya dapat mendukung,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 24 rumah di Dusun Kopo RT 05/01 Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang, terpaksa harus dikosongkan karena mengalami retakan akibat pergerakan tanah, yang terjadi pada Kamis 25 Maret 2021 sekira pukul 13.00 WIB lalu. Dampaknya, sebanyak 23 KK yang terdiri dari 68 Jiwa harus diungsikan dari rumah tinggalnya.

  • Bagikan