Pengunjung Objek Wisata Membludak, Dinkes Lakukan Tes Antigen

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Memasuki H+3 lebaran 1442 Hijriah, ribuan wisatawan membanjiri tempat tempat wisata yang ada di Kabupaten Sumedang khususnya di Kecamatan Pamulihan, Tanjungsari, dan Jatinangor. Pantauan, lokasi wisata kolam renang Panyidangan di dusun Cilembu Desa Cilembu dan Wisata Alam Pangjugjugan dibanjiri pengunjung.

Bahkan, tak sedikit pengunjung tidak memakai masker dan berdesakan di beberapa titik tempat wisata. Tak pelak, kondisi ini pun langsung direspon Polsek Pamulihan beserta Satpol PP, TNI dan petugas Puskesmas Haurngombong untuk menyisir lokasi dan melaksanakan rapid anti gen.

Kapolsek Pamulihan, IPTU Ahmad Sahidin mengatakan penyisiran tempat wisata itu dalam rangka pengecekan kembali protokol kesehatan. Petugas gabungan melakukan woro woro 5 M untuk selalu menjaga jarak dan memakai masker pada saat di tempat wisata. Tak hanya itu, petugas gabungan pun menyediakan rapid anti gen bagi wisatawan yang mau dicek kesehatan secara gratis.

“Kami didampingi petugas Puskesmas Haurngombong untuk melakukan tes rapid anti gen, khususnya bagi pengunjung yang datang dari luar Sumedang. Siapa tahu ada yang positif Covid 19. Namun, hasil pemeriksaan sementara secara acak bagi 5 pengunjung asal Kota Bandung, hasilnya negatif,” kata Kapolsek.

IPTU Ahmad pun menambahkan, tak hanya menyisir ke titik lokasi kerumunan, petugas pun mengingatkan kepada pengelola tempat wisata agar selalu menerapkan protokol kesehatan 5 M yang ketat. Mulai wajib memakai masker, tidak berkerumun, menjaga jarak dan pengecekan suhu tubuh.

Baca Juga : Lebaran Online di Destinasi Wisata Sumedang

“Kebanyakan wisatawan lokal dari sekitar Pamulihan dan Tanjungsari, meski ada yang dari Sumedang dan Kota Bandung. Meski demikian peringatan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan. Yang tidak pakai masker disuruh pake masker atau pulang. Kecuali yang aktivitas berenang,” katanya.

Sementara itu, pengelola wisata Alam Pangjugjugan Gaosul Anam mengatakan pengunjung yang datang ke Pangjugjugan tak lebih dari 50 persen dari jumlah normal. Artinya, pengunjung yang datang belum melebihi kapasitas wilayah yang mencapai 40 Ha. Meski demikian, protokol kesehatan tetap dilakukan dan selalu memperingatkan pengunjung agar selalu memakai masker melalui pengeras suara.

“Kalau dibandingkan dengan jumlah pengunjung sebelum corona, ini belum mencapai 50 persen. Ya memang ada peningkatan jika dibandingkan dengan Hari hari biasa di masa pandemi, namun belum sesuai target,” katanya.

Anam menambahkan, biasanya pada hari hari sebelum corona pada masa libur lebaran jumlah pengunjung sampai ribuan. Bahkan, dalam sehari pendapatan dari tiket masuk bisa mencapai Rp20 juta. Memasuki pandemi, pendapatan di sektor pariwisata menurun sebesar 70 persenan.

  • Bagikan