Pemkab Sumedang “Ngotot” TPSA Cijeruk Minta Tahun Ini Dituntaskan

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang “Ngotot” baru-baru ini mendatangi kantor Dirjen Cipta Karya di Jakarta terkait progres TPSA Cijeruk Kecamatan Pamulihan yang selama ini dianggap belum jelas kelanjutan pembangunan atas TPSA tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Yosep Suhayat saat dikonfirmasi wartawan di Ruang kerjanya Jumat, (30/4/2021).

Menurutnya, Dirjen Cipta Karya menyatakan kesanggupannya di tahun 2022 TPSA Cijeruk diselesaikan.

“Namun kami tetap ngotot minta tahun 2021 ini dituntaskan, karena tahun 2022 TPSA Cijeruk harus bisa dioperasikan. Sebab, jika TPSA itu di tahun ini bisa digunakan, maka semakin lebar peluang Sumedang meraih piala Adipura,” tuturnya.

Disebutkan, Bupati Sumedang bersama rombongan yakni DLHK, Bappppeda dan Perkim dalam pertemuan Dirjen Cipta Karya sebelumnya sempat terjadi miskomunikasi terkait pembangunan TPSA Cijeruk yang dinyatakan DED-nya belum selesai.

Jawaban Dirjen Cipta Karya itu tidak masuk logika, lanjutnya, sebab sepengetahuan DLHK bahwa pembangunan TPSA itu sudah ada sejak dulu sipatnya menyeluruh yang dibuat pihak Balai.

“Menurut Direktur Program Dirjen Cipta Karya katanya DED TPSA Cijeruk belum selesai yang diperoleh dari pernyataan kepala Balai disaat zoo-meting. Namun pernyataan tersebut saya luruskan bahwa DED-nya sudah selesai,” tutur Yosep.

Sehingga, sambung Yosep, akhirnya Direktur Dirjen Cipta Karya meralat sendiri dan membenarkan. Namun dari Dirjen juga kembali menyebut bahwa dilokasi TPSA itu ada yang longsor.

Untuk itu, kami membantah dari pernyataan Dirjen Cipta Karya, dengan menegaskan bahwa di lokasi TPSA Cijeruk tidak ada yang longsor.

“Secara umum, Dirjen Cipta Karya dipastikan terus menerus terjadi pemangkasan anggaran dari tingkat pusat. Artinya, uang Cipta Karya itu terpakai untuk beli vaksin covid 19, “sebutnya.

Padahal, Pemda Sumedang hanya mengajukan anggaran Rp 3 miliar saja untuk membangun Instalansi Limbah Cair (ILC) sebagai tindak-lanjut pembangunan TPSA Cijeruk yang kini mangkrak akibat belum dilengkapi dengan ILC tersebut.

“Percuma saja sudah investasi puluhan miliar rupiah dari pusat untuk pembangunan TPSA Cijeruk yang hampir 4 tahun ini kondisinya mangkrak terus masih belum berguna,” katanya.

  • Bagikan