Banner Iklan bjb

Omicron Varian Baru Covid-19, Kejelasan Dan Himbauan

Omicron Varian

IniSumedang.Com – Pada tanggal 29/11/2021 yang lalu, Kabupaten Sumedang telah ditetapkan menjadi PPKM Level 2 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 63/2021. Menurut data Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumedang, update 01 Desember 2021. 3 orang di rawat dan 1 orang isolasi mandiri.

Tingginya kesadaran masyarakat Kabupaten Sumedang dalam menjaga prokes diyakini memberikan dampak besar terhadap penurunan kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 saat ini.

Namun masyarakat jangan sampai terlena dan diharapan terus untuk selalu menjaga protokol kesehatan karena virus Covid-19 ini masih ada. Tanggal 26/11/2021 WHO telah mendeteksi kemunculan varian baru B.1.1.529 yang pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24/11/2021. Berdasarkan bukti yang disajikan yang menunjukkan perubahan yang merugikan dalam epidemiologi Covid-19, WHO telah menetapkan B.1.1.529 sebagai VOC, bernama Omicron.

Varian Omicron memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa diantaranya mengkhawatirkan. Kejelasan varian Omicron sendiri sampai hari ini masih dalam proses penelitian.

Kejelasan Omicron Varian menurut WHO

Berdasarkan Update yang diterbitkan WHO, berikut ringkasan mengenai varian Omicron sejauh ini.

Penularan : Belum jelas apakah Omicron lebih mudah menular (misalnya, lebih mudah menyebar dari orang ke orang) dibandingkan varian lain, termasuk Delta. Jumlah orang yang dites positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tetapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lainnya.  

Keparahan penyakit: Belum jelas apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan infeksi varian lain, termasuk Delta.

Efektivitas infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya 

Bukti awal menunjukkan bahwa mungkin ada peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron (yaitu, orang yang sebelumnya memiliki COVID-19 dapat terinfeksi ulang dengan lebih mudah dengan Omicron), dibandingkan dengan varian kekhawatiran lainnya, tetapi informasinya terbatas.  

Efektivitas vaksin : WHO bekerja sama dengan mitra teknis untuk memahami dampak potensial dari varian ini pada tindakan pencegahan yang ada, termasuk vaksin. Vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk melawan varian dominan yang beredar, Delta. Vaksin saat ini tetap efektif melawan penyakit parah dan kematian.   

Efektivitas tes saat ini : Tes PCR yang banyak digunakan terus mendeteksi infeksi, termasuk infeksi dengan Omicron. Studi sedang berlangsung untuk menentukan apakah ada dampak pada jenis tes lain, termasuk tes deteksi antigen.  Efektivitas pengobatan saat ini : Kortikosteroid dan IL6 Receptor Blockers masih akan efektif untuk menangani pasien dengan COVID-19 yang parah. Perawatan lain akan dinilai untuk melihat apakah masih efektif mengingat perubahan pada bagian virus dalam varian Omicron.

Himbauan Tetap menjaga Protokol Kesehatan

WHO juga mengingatkan bagi individu untuk selalu mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko Covid-19, dengan menjaga jarak fisik minimal 1 meter, memakai masker, meningkatkan ventilasi ruangan, menghindari keramaian, selalu menjaga tangan tetap bersih, batuk atau bersin ditutup dengan siku atau memakai tisu yang dilipat, serta di vaksinasi.

Pemerintah Indonesia sendiri dengan langkah cepat mengambil kebijakan untuk mengantisipasi penularan varian baru tersebut, dengan diterbitkannya Surat Edaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor IMI-269.GR.01.01 Tahun 2021 yang berlaku efektif mulai tanggal 29 Nopember 2021. Berdasarkan himbauan WHO dan langkah kebijakan Pemerintah Indonesia diharapkan masyarakat untuk tetap tenang dan jangan percaya terhadap HOAX. Mari untuk bersama-sama Lindungi Diri dan Keluarga dengan cara selalu menerapkan protokol kesehatan.