MUSRENBANG, PIK Kecamatan Wado Sebesar Rp. 588 Juta Fokus Pada Rutilahu dan Penanggulangan Stunting

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Wado dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2021 dilaksanakan pada Selasa (4/2/2020) di Aula Kecamatan Wado dengan narasumber DPRD dan Bappppeda dengan Fasilitator Kusnadi dari Forum Delegasi Musrenbang (FDM) Kecamatan Wado.

Perencanaan untuk Kecamatan Wado disesuaikan dengan perjanjian kinerja, sasaran strategisnya yaitu pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas internal perangkat daerah.

Pada sasaran strategis Peningkatan kualiatas pelayanan masyarakat dengan indikator kinerja yaitu, indeks kepuasan masyarakat sebesar 88,03 poin. Untuk jumlah Rumah Tangga Miskin desil 1-2 sebanyak 1.938 KK, ketercapaian PB sebesar 100 persen dan cakupan desa yang melaksanakan Siskudes dengan kategori optimal sebesar 100 persen serta cakupan penanggulangan bencana sebesar 100 persen.

Untuk sasaran strategis peningkatan kapasitas dan kapabilitas internal perangkat daerah dengan indikatornya ialah nilai SAKIP perangkat daerah dengan target 61 atau kategori B, untuk tingkat penyerapan anggaran sebesar 98 persen, dengan jumlah inovasi kecamatan sebanyak 1 buah dan indeks reformasi birokrasi sebanyak 70 poin.

Untuk mencapai target tersebut diatas Kecamatan Wado diberikan pagu sebesar Rp. 1.807.000.000. Pagu tersebut dibagi dua yaitu Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) sebesar Rp. 588.000.000 dan Pagu Indikatif SKPD Kecamatan sebesar Rp. 1.219.000.000. untuk PIK difokuskan kepada kegiatan insfrastruktur sebesar 50 persen dan kegiatan bidang lainnya sebesar 50 persen. Untuk PIK Kecamatan Wado di fokuskan pada Rutilahu, PJU, Pembinaan Bumdes dan Penanggulangan Stunting.

Pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumedang tahun 2021 fokus kepada pemerataan pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan insfrastruktur untuk menunjang perekonomian, peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia, percepatan penanggulangan kemiskinan, pengembangan ekonomi yang inklusif, peningkatan pelaksanaan nilai-nilai keagamaan dan peningkaan pengelolaan lingkungan hidup.**

  • Bagikan