BOLA, IniSumedang.Com – AC Milan meraih kemenangan penting atas Inter Milan dalam laga Derby della Madonnina pada pekan ke-28 Serie A 2025/2026. Pertandingan yang digelar di San Siro, Senin (9/3/2026), berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Rossoneri.
Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Pervis Estupiñán pada menit ke-35. Gol itu menjadi penentu kemenangan Milan dalam laga yang berlangsung dengan tempo relatif lambat.
Tambahan tiga poin membuat Milan kini mengoleksi 60 poin di klasemen sementara Serie A. Hasil tersebut juga memangkas jarak dengan Inter Milan yang masih memimpin klasemen dengan 67 poin.
Meski meraih kemenangan dalam derby panas tersebut, pelatih Milan, Massimiliano Allegri, tetap menilai Inter sebagai kandidat terkuat untuk meraih gelar juara musim ini.
Allegri Tetap Hormati Inter
Usai pertandingan, Allegri menilai timnya tampil cukup solid sepanjang laga. Milan dinilai mampu mengendalikan permainan dan membatasi peluang berbahaya dari Inter.
“Kami memiliki beberapa situasi yang menguntungkan, dan di babak kedua kami tidak banyak memberikan peluang, kecuali kesempatan dari Dimarco.”
“Namun, Inter tetap menjadi favorit kuat untuk meraih scudetto musim ini,” ujar Allegri.
Menurut Allegri, performa Milan saat ini patut disyukuri. Ia menilai timnya telah menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang musim.
Fokus Hadapi Fase Penentuan
Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa target utama Milan adalah mencapai performa terbaik menjelang fase penentuan musim. Baginya, bulan Maret menjadi periode yang sangat penting dalam perjalanan kompetisi.
“Milan bermain dengan baik, tetapi Inter adalah tim terkuat dan masih unggul tujuh poin.”
“Kami harus senang, karena sudah mencapai 60 poin. Selama enam bulan terakhir, kami bekerja keras agar berada dalam kondisi terbaik pada bulan Maret.”
“Karena, sekarang pertandingan penting mulai datang. Di bulan Maret inilah, musim biasanya ditentukan,” ucap Allegri.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Milan tetap realistis meskipun berhasil meraih kemenangan penting atas rival sekotanya.
Inter Akui Tampil Kurang Maksimal
Di kubu Inter Milan, pelatih Cristian Chivu mengakui bahwa timnya tidak tampil optimal, terutama pada babak pertama pertandingan.
Menurut Chivu, Inter bermain dengan tempo yang terlalu lambat sehingga sulit menciptakan tekanan bagi pertahanan Milan.
“Kami, memainkan babak pertama dengan tempo yang terlalu rendah. Di babak kedua, kami sempat tampil lebih baik dalam beberapa momen. Tetapi sayangnya, tidak mampu menyamakan kedudukan.”
“Kami mencoba berbagai cara untuk menembus blok pertahanan rendah Milan, bahkan dengan mengubah formasi,” jelas Chivu.
Meski mencoba meningkatkan intensitas permainan di babak kedua, Inter tetap gagal mencetak gol penyeimbang hingga pertandingan berakhir.
Dimarco: Inter Tetap Tenang
Bek Inter Milan Federico Dimarco juga menilai kekalahan dalam derby ini tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa timnya masih berada di puncak klasemen.
“Sebelum pertandingan ini, kami unggul 10 poin. Jadi apa yang harus dijelaskan? Tim ini tetap bersatu. Kami harus tetap tenang dan fokus pada 10 pertandingan tersisa,” katanya.
Dimarco juga menyinggung peluang emas yang ia dapatkan pada babak kedua tetapi gagal dimanfaatkan menjadi gol.
“Peluang saya? Bola datang terlalu tinggi dan pantulannya kurang bagus, sehingga saya tidak bisa menendangnya rendah.”
“Ketika kami kebobolan, kami memang kesulitan bereaksi. Kami mencoba, tetapi belum cukup agresif,” ujarnya.
Selain itu, ia sempat menyoroti satu insiden di kotak penalti yang menurutnya layak ditinjau melalui VAR.
“Mungkin seharusnya ada pemeriksaan VAR pada situasi Ricci karena lengannya terbuka.”
“Namun, setiap pekan selalu ada kejadian seperti itu. Saat itu, saya bahkan tidak melihatnya karena berada di sisi lain lapangan.”
“Yang jelas, kami memang menciptakan terlalu sedikit peluang untuk benar-benar menyakiti Milan,” sebutnya.
Persaingan Scudetto Memanas
Meskipun kalah dalam derby ini, Inter Milan masih memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan tujuh poin atas AC Milan.
Dengan kompetisi yang memasuki fase akhir musim, persaingan menuju gelar juara dipastikan akan semakin ketat. Setiap pertandingan yang tersisa akan menjadi penentu dalam perebutan scudetto musim 2025/2026.






