Banner Iklan bjb

Mengenal Lebih Dalam Situs Makam Buyut Ronggeng di Jembarwangi Sumedang

Juru Kunci Situs Makam Keramat Buyut Ronggeng Warsan.

INISUMEDANG.COMDesa Jembarwangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang kaya akan tradisi adat budaya. Serta potensi alamnya yang diwarnai dengan ditemukannya ratusan fosil benda purba di daerah Jembarwangi.

Bahkan, menurut ahli Arkeologi kawasan Desa Jembarwangi merupakan salah satu wilayah yang dulunya adalah lautan purba.

Tidak cukup sampai disitu, ternyata di Jembarwangi pun terdapat situs makam keramat dari keturunan Mataram. Diantaranya makam situs Eyang Mansyur Jaya Kusumah dan Eyang Ibu Kamijah yang terkenal dengan sebutan Buyut Ronggeng.

Juru Kunci Situs Makam Keramat Warsan (51) menuturkan, dirinya telah menjadi juru kunci di kedua makam situs. Yaitu makam Eyang Mansyur Jaya Kusumah dan Buyut Ronggeng yang berada di Dusun Cirendang secara turun temurun.

“Kedua makam keramat itu adalah keturunan dari Kerajaan Mataram. Saya menjadi juru kunci di situs makam keramat tersebut secara turun temurun. Saya pun menjadi juru kunci sudah bersertifikat jadi tidak mengaku ngaku”. Jelas Warsan kepada awak media beberapa waktu lalu di ruangan Bidang Kebudayaan Disbudparpora Sumedang.

Menurut kisah dari para sesepuh dahulu, lanjut Warsan, kedua karuhun di makam keramat itu sejatinya mencintai seni dan budaya. Makanya, Eyang Ibu Kamijah yang dijuluki Buyut Ronggeng.

“Desa Jembarwangi di Dusun Cirendang ini, memiliki adat tradisi dalam menjelang akan dimulainya masa penggarapan lahan hingga pasca panen raya selalu ada 4 ritual yang harus dilaksanakan oleh warganya, dan hal itu merupakan warisan adat tradisi budaya dari leluhur kami,” tutur Warsan.

Gelarannya pun dilakukan didekat makam Buyut Ronggeng, setiap satu ritual ke ritual lainnya yang berbeda beda, dari mulai nasi tumpeng, tawasulan hingga ruatan dengan pagelaran wayang kulit.

“Makam keramat ini, Selalu banyak pengunjungnya, mayoritas dari daerah Indramayu atau di luar Sumedang. Potensi wisata sejarah makam keramat akan terus menggeliat secara ekonomi akan meningkat, namun, sayangnya kondisi jalan menuju makam tersebut masih kurang layak,” kata Warsan mengakhiri.