Banner Iklan bjb

Menegangkan, Begini Cerita Penjaga Kuburan di Sumedang Saat Bertemu Sosok Tinggi

Kisah menyeramkan
Ilustrasi Foto Internet

INISUMEDANG.COM – Kisah menegangkan dialami Roni (45) Penjaga Kuburan asal Sumedang yang dibuat kaget usai bertemu kakek-kakek misterius berperawakan tinggi besar berpakaian serba hitam di komplek pemakaman.

Sebelum memutuskan untuk menjadi penjaga kuburan,
Roni kehilangan pekerjaan selama pandemi yang membuatnya stres. Terlebih susahnya mendapatkan pekerjaan baru.

Karena tak ada lagi yang bisa dikerjakan di kota, Roni akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya.

Di kampung halaman, Roni diberitahu kenalan kalau ada lowongan sebagai penjaga kuburan atau biasa disebut penjaga makam.

Pada awalnya hati Roni berat menerima tawaran itu. Namun mengingat perlu menanggung istri dan anak, dia setuju melakukan pekerjaan itu.

Kebetulan rumah Roni berdekatan dengan kawasan kuburan. Meskipun ada rasa takut karena menjaga kawasan tersebut, namun dia menganggap tugasnya itu tidak sulit seperti yang diperkirakan.

Tugasnya mudah, dia hanya perlu memastikan tidak ada orang luar yang masuk ke kawasan kuburan
dengan tanpa sepengetahuannya. Dan berjaga waktu siang, dan pada waktu malam.

” Alhamdulillah selama Seminggu tidak ada kejadian yang aneh-aneh,” katanya kepada IniSumedang.Com Senin 28 November 2022.

Lebih lanjut Roni mengisahkan, pada kamis malam tepatnya malam Jumat Kliwon ketika kebetulan ada orang yang meninggal dunia. Kisah menegangkan itu terjadi usai rombongan pengantar jenazah sampai ke pemakaman. Dia mengaku melihat sosok tinggi besar berpakaian serba hitam tidak jauh dari komplek pemakaman tersebut. Dengan rasa penasaran campur takut dia nekad mendekati orang tersebut.

“Meski tegang bercampur takut, saya memberanikan diri mendekati orang itu, sambil bertanya ‘Pa Aya Naon’ (Pak Ada apa’? Sambil berbalik arah orang tua tersebut menjawab ‘Teu aya nanaon jang kantun Cangkaleng’ (Tidak ada apa-apa tinggal kolang kaling saja) di ketahui orang tersebut ternyata seorang penjual Bandrek keliling yang kadang mangkal di komplek makam tersebut,” pungkas Roni mengakhiri kisahnya.