Makam Bungur Rancakalong Sumedang, Situs Yang Terlupakan Sejarah

  • Bagikan
Makam Bungur

INISUMEDANG.COM – Situs bersejarah merupakan sebuah lokasi resmi bagian dari sejarah yang harus dilestarikan karena memiliki nilai warisan budaya sehingga dilindungi hukum. Seperti Makam Eyang Kiayi Haji Ibrahim atau yang lebih dikenal Makam Bungur Desa Rancakalong Kabupaten Sumedang, telah diakui sejak tahun 2000-an sebagai salah satu situs bersejarah.

Yeti Sumiati yang ngaku sebagai penerus juru kunci (Kuncen) Makam Bungur menyampaikan. Dalam beberapa tahun belakangan ini Situs Makam Bungur seolah terlupakan dari sejarahnya.

Padahal, Situs Makam Bungur merupakan aset budaya sejarah Rancakalong yang harus dijaga kelestariannya, dan tidak boleh tergerus oleh jaman. Namun kondisinya saat ini, sangat mengkhawatirkan karena tidak adanya pembenahan dan penataan kembali terhadap situs bersejarah tersebut.

Yeti berharap, di area makam ada penataan kembali, karena makam tersebut sebagai ciri leluruhnya Rancakalong. Dimana Eyang Kiayi Haji Ibrahim merupakan orang pertama penyebar agama Islam di Rancakalong. Sehingga tidak ingin masyarakat melupakan sejarahnya sendiri.

“Kunjungan peziarah ke makam pada akhir-akhir ini menurun, bahkan justru ramai-marai mencari tempat lain. Sementara Situs Makam Bungur di depan mata yang notabene leluhurnya sendiri, malah dilewati seolah dilupakan,” tutur Yeti saat ditemui di kediamannya, Selasa (11/1/2022).

Sikap Pemdes Rancakalong Seakan Melupakan dan Membiarkan Kondisi Situs Makam Bungur Mengkhawatirkan

Begitu pula dengan sikap pemerintah Desa Rancakalong, lanjut dia, dibeberapa tahun belakangan ini seolah luput perhatian kepada aset budayanya, yang juga seakan melupakan sejarahnya sendiri dengan membiarkan kondisi situs Makam Bungur semakin mengkhawatirkan.

“Saya juga tidak menampik, situs makam ini pernah pendapat perhatian pemerintah desa di tahun 2001-an ketika Kadesnya Pak Mumun. Waktu itu, ada penataan seluruh area makam, bahkan membangun mushola,” katanya.

Namun, setelah pergantian kades, bahkan kades desa itu berganti lagi, yang artinya dua kali periode kades, situs makam ini kembali tidak ada perhatian. Bahkan mushola yang dibangun jaman Kades Mumun, sudah hancur kembali.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Rancakalong Wawan Suwandi mengaku, pihaknya tengah melakukan penulusuran ke beberapa makam keramat yang ada di wilayahnya.

Selanjutnya, kata dia, hasilnya akan diusulkan ke Pemda Sumedang.

“Bukan saja Situs Makam Bungur, tapi ada dua makam keramat sedang ditelusuri keturanannya dan siapa juru kuncinya. Seperti Makam Kemuning dan Makam Puseur,” kata Wawan ketika ditemui di ruang kerjanya.

  • Bagikan