Kerusakan Lingkungan, Jadi Alasan Warga Menolak Pembangunan Geothermal di Gunung Tampomas

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM
Sejumlah warga di Kecamatan Buahdua dan Conggeang, Kabupaten Sumedang, dengan tegas menolak rencana pemerintah untuk mengembangkan energi panas bumi atau geothermal di Gunung Tampomas.

Penolakan tersebut, karena
Warga khawatir, eksplorasi geothermal akan merusak kelestarian alam, sehingga akan berdampak buruk pada warga yang bermukim di sekitar Gunung Tampomas.

Tokoh masyarakat Buahdua H Supriadi mengatakan, terkait mengembangkan panas bumi di Gunung Tampomas tersebut, sudah mulai direncanakan sejak tahun 2010 lalu.

“Rencana pemerintah untuk mengembangkan geothermal di Gunung Tampomas saat ini sudah mulai terdengar lagi. Dan kami tegaskan dari dulu sampai sekarang, warga tetap menolaknya,” kata Supriadi, di Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua, Senin (22/3/2021).

Gunung Tampomas ini, sambung Supriadi, merupakan sumber penghidupan warga yang bermukim disekitarnya. Karena mayoritas warga Buahdua ini adalah petani, peternak dan berkebun.

“Jadi sumber penghidupan warga sangat bergantung pada keasrian alam di sekitar Gunung Tampomas. Sehingga, sangat wajar kalau warga merasa cemas,” ujarnya.

Selain itu, Supriadi mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pemerintah mengenai rencana pemanfaatan panas bumi tersebut, tidak pernah melibatkan masyarakat Buahdua dan Conggeang.

“Sosialisasi yang dilakukan pemerintah itu, belum menyentuh pada masyarakat bawah. Dan baru di tingkat kabupaten dan kecamatan saja,” tuturnya.

Kemudian jika pemerintah serius mengembangkan panas bumi di Gunung Tampomas, Tambah Supriadi, Pemerintah harus betul-betul menyampaikan secara mendetail dan jelas, karena yang akan merasakan dampaknya langsung nanti adalah masyarakat.

“Masyarakat wajib tahu apa manfaatnya, apa dampak dan kemungkinan terburuknya. Jadi, kami harus benar-benar paham,” kata Supriadi mengakhiri.

Sebelumnya, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, pemerintah melalui Kementerian ESDM memang berencana untuk mengembangkan panas bumi di Gunung Tampomas.

Karena, kata Dony, Gunung Tampomas menyimpan potensi panas bumi yang dapat dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

“Saat ini, pemerintah masih menampung aspirasi terkait pengembangan PLTP ini. Termasuk penolakan dari warga sekitar Gunung Tampomas,” ucapnya beberapa waktu lalu di Gedung Negara.

Untuk pengembangannya sendiri, sambung Dony, diperkirakan masih sangat lama. Dan saat ini, kementerian baru melakukan penelitian saja.

“Jadi warga tidak perlu terlalu khawatir berlebihan, dengan rencana itu,” ujarnya.

Dony menambahkan, jika hasil penelitian Gunung Tampomas berpotensi untuk dikembangkan menjadi PLTP. Masyarakat sekitar tidak perlu khawatir, karena pada dasarnya, pembangunan yang akan dilakukan ini akan memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Sumedang.

“Jadi, saya pikir masyarakat tidak usah kawatir berlebihan, karena pembangunannya tentu dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Sumedang,” tandasnya.

  • Bagikan