Jadi Level 3, Belajar Tatap Muka di Sumedang Mulai Dibuka 50 Persen

  • Bagikan
Bupati Sumedang

INISUMEDANG.COM – Seiring ditetapkannya Kabupaten Sumedang menjadi Level 3 oleh Pemerintah Pusat, pada 23 Agustus hingga 30 Agustus 2021 kemarin.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, secara resmi melonggarkan beberapa aturan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 tersebut.

Sejumlah pelonggaran aturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 95 Tahun 2021, tentang PPKM Level 3 Corona Virus Disease 2019.

“Alhamdulillah Sumedang turun Level 3 setelah sebelumnya level 4. Dan untuk kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh sudah dapat dilaksanakan, namun dengan pembatasan,” kata Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir Selasa (24/8/2021).

Lebih lanjut Dony menuturkan, untuk belajar tatap muka terbatas tersebut diperbolehkan dengan mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Adapun satuan pendidikan tersebut, meliputi penyelenggaraan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan, termasuk pondok pesantren sudah diperbolehkan menggelar kegiatan belajar tatap muka terbatas.

Untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, sambung Dony, sudah bisa melaksanakan kegiatan belajar tatap muka terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Sedangkan untuk SDLB, MILB, SMPLB dan SMLB, MALB maksimal 62 persen hingga 100 persen, dengan catatan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Sementara untuk PAUD maksimal 33 persen, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter, dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

“Pembelajaran jarak jauh merupakan pembelajaran yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lainnya,” tutur Dony.

Kendati sekolah tatap muka sudah diperbolehkan, tambah Dony, tetapi untuk kegiatan pada fasilitas umum yaitu area publik, taman umum, tempat wisata umum, atau area publik lainnya masih ditutup sementara.

“Untuk kegiatan seni, budaya, dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan masih ditutup sementara,” jelasnya.

  • Bagikan