Insentif Guru Ngaji Sumedang Jadi Bentuk Apresiasi Pemkab

insentif guru ngaji Sumedang

SUMEDANG, 11 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumedang mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk memberikan insentif kepada 4.500 guru ngaji di berbagai wilayah. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran para pengajar Al-Qur’an dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat.

Informasi mengenai insentif tersebut disampaikan oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu (11/3/2026). Dalam unggahan tersebut, Bupati Dony terlihat menyerahkan insentif secara simbolis kepada salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kabupaten Sumedang.

Program insentif tersebut disambut positif oleh berbagai kalangan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam mendidik generasi muda.

Apresiasi bagi Pengabdian Guru Ngaji

Para guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pendidikan keagamaan anak-anak di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan mengaji di TPA maupun majelis taklim, mereka membantu menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sejak usia dini.

Ini Baca Juga :  Pemotor Asal Bandung Harus Dievakuasi Setelah Melintasi Jalan Rusak di Bangbayang Sumedang

Karena itu, dukungan dari pemerintah daerah dinilai sebagai langkah penting untuk memberikan penghargaan atas pengabdian mereka.

Salah seorang kepala TPQ, Umi Vadwa, menyampaikan harapannya agar program insentif tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi para pengajar Al-Qur’an di Sumedang.

“Dari tahun ke tahun, kami selalu tidak tahu kapan insentif akan cair. Selain itu, regulasinya juga sering berubah,” kata Umi.

Ia berharap ke depan proses penyaluran insentif dapat berjalan lebih terjadwal sehingga para penerima manfaat dapat memperoleh kepastian.

Umi juga menyampaikan bahwa para guru ngaji telah mengikuti berbagai proses administrasi, termasuk pembuatan rekening sebagai bagian dari mekanisme penyaluran bantuan.

Ini Baca Juga :  Kebijakan KDM Tak Hanya Ancam Sekolah Swasta, Tetapi Lapangan Kerja Bagi Guru

Dukungan bagi Pendidikan Keagamaan

Ketua DPAC PKB Kecamatan Jatinangor, Helmi Fauzi, turut mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada guru ngaji.

Menurutnya, kontribusi para guru ngaji dalam mendidik anak-anak sangat besar, sehingga program insentif menjadi bentuk penghargaan yang layak diberikan.

“Para guru ngaji telah memberikan kontribusi besar dalam mendidik anak-anak, maka tidak heran jika mereka menanyakan insentif,” kata Helmi.

Ia menilai dukungan terhadap pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat agar generasi muda memiliki bekal nilai moral dan spiritual yang baik.

Diharapkan Semakin Banyak Penerima Manfaat

Helmi juga menyampaikan bahwa jumlah penerima insentif saat ini masih terbatas. Beberapa lembaga pendidikan bahkan harus membagi bantuan yang diterima agar dapat dirasakan oleh guru-guru lain yang belum terdaftar.

Hal tersebut menunjukkan besarnya peran para guru ngaji di masyarakat serta tingginya kebutuhan dukungan bagi mereka.

Ini Baca Juga :  Soal Pendaftaran Anggota Polri, Kapolres Tegaskan Ini Gratis dan Murni

Karena itu, ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan pada masa mendatang sehingga semakin banyak guru ngaji yang mendapatkan manfaat.

Perhatian terhadap Pendidikan Karakter

Program insentif guru ngaji menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan.

Melalui dukungan terhadap para pengajar Al-Qur’an, diharapkan kegiatan pendidikan agama di tingkat masyarakat dapat terus berjalan dengan baik.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong semangat para guru ngaji untuk terus berkontribusi dalam membina generasi muda di Kabupaten Sumedang.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah, peran guru ngaji sebagai pendidik di lingkungan masyarakat diharapkan semakin dihargai serta memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Sumedang.