Hari Kopi Sumedang Ke-4 Akan digelar 25 Oktober 2021 di Kawasan IPP

  • Bagikan
Hari Kopi Sumedang

INISUMEDANG.COM – Pelaksanaan hari Kopi Sumedang yang seyogyanya diperingati tanggal 7 Oktober, Peringatannya dan pelaksanaan Festival Kopi Sumedang tahun ini diundur menjadi tanggal 25-26 Oktober 2021 mendatang.

Menurut Ketua Panitia Rauf Nuryama mengatakan, Kegiatan ini kerjasama Komunitas Kopi Sumedang dengan Kementerian Koperasi UMKM, Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Bank Indonesia, Bank BJB, dan Bank Sumedang.

“Tempat Pelaksanaan dilakukan di Kawasan IPP Sumedang. Sedangkan Kegiatan yang akan dilakukan yaitu Pameran Kopi, Kopi Gratis untuk Pengunjung, Seminar tentang Kopi dan Workshop antar pengusaha Kopi, Petani, Pedagang dan Seduh Sumedang”. Ujarnya.

Selain itu tambah Rauf, ada Sharing Sessien dari barista Sertified Asean dengan Barista Sumedang, kemudian Temu Bisnis dengan buyer baik dari dalam negeri maupun utusan dari Negara Sahabat

“Tidak ada hiburan maupun pertandingan, akan dilaksanakan juga Musyawarah I Perhimpunan Komunitas Kopi Sumedang, sedangkan untuk Peserta Pameran terdiri dari Petani Kopi Sumedang, Pedagang, Prosesor, dan Penyaji Kopi (Seduh Sumedang)”. Ucapnya.

Masih menurut Rauf, Pengunjung diwajibkan menjalankan protokol kesehatan secara ketat, menggunakan masker dan berjaga jarak.

Rauf mengatakan bahwa, hari Kopi Sumedang ditetapkan oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pada tanggal 7 Oktober 2018 saat festival kopi Pertama di Jatinangor yang di gagas Komunitas Enterpreneur Sumedang (KES).

“Kemudian pada festival Kopi Sumedang yang kedua diperingati pada tanggal 7-9 Oktober 2019 di Gudang Kopi, jalan Pangeran Santri Sumedang. hadir lebih dari 20 ribu pengunjung, dan telah terjadi penjualan kopi serta minta pembeli dari Luar negeri dan juga kesempatan bagi Kopi Sumedang untuk pameran di Luar Negeri”. Terangnya.

Rauf menjelaskan bahwa Festival Kopi tahun 2020 tidak dilaksanakan, karena adanya Pandemi COVID-19.

Rauf juga menyebutkan bahwa, Kopi Sumedang adalah “tambang emas” yang digali, diolah dan dijual dalam bentuk barang jadi sehingga memiliki added value yang baik untuk kesejahteraan pelaku Kopi Sumedang.

“Tidak melarang penjualan kopi dari kebun, namun jika bisa diolah lebih baik di Sumedang dan mendapatkan nilai lebih, kenapa harus jual bahan baku”. Pungkasnya.

  • Bagikan