SUMEDANG – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu Pendidikan di unit sekolah Al Ma’soem, Yayasan Al Ma’soem Bandung menyelenggarakan acara workshop bertajuk “Update Training with Cambridge” pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Acara yang berlangsung di Aula Ma’soem University ini dihadiri oleh peserta guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Acara dibuka secara resmi oleh dua tokoh penting, yaitu Dani Setiawan, S.Pd., M.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, serta Prof. H. Ir. Ceppy Nasahi Ma’soem, M.S., Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, yang memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian pelatihan.
Dalam sambutannya, Sekdis Pendidikan, Dani menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif yayasan dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan memang dikampanyekan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kompetisi seiring dengan perkembangan zaman yang begitu cepat.
“Ini selaras dengan program Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan di Kabupaten Sumedang. Saat ini, kita memiliki tugas yang sama untuk mempersiapkan putra-putri kita menyongsong masa depan yang lebih baik. Sesuai dengan visi misi Kabupaten Sumedang yaitu Sumedang Simpati Semakin Baik Menuju Indonesia Emas 2045” tutur Dani.
Lebih lanjut, Dani menyinggung konsep Return on Training Investment (ROTI) dalam konteks pelatihan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan model evaluasi Kirkpatrick, terdapat empat tingkatan yang akan dilalui oleh setiap peserta pendidik yaitu reaction (reaksi) di peringkat pertama, learning (belajar) di peringkat kedua, impact (dampak) di peringkat ketiga, dan result (hasil) sebagai peringkat keempat atau peringkat tertinggi.
“Tentu dari Dinas Pendidikan sangat mengharapkan seluruh kegiatan pengembangan kompetensi dan kapasitas pendidikan guru maupun tenaga pendidikan lainnya diharapkan bermuara pada meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik. Itu yang kami harapkan,” tutur Dani.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Ma’oem Bandung, Ceppy menyoroti dunia yang telah berkembang dengan cepat, Dimana profesi guru juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Menurutnya, cara-cara lama tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan zaman.
“Melalui program kerja sama dengan Cambridge ini, yang baru berjalan satu tahun, anak-anak kita dipersiapkan. Biasanya tahun pertama ini adalah tahap pengenalan, lalu memasuki tahun kedua mulai diimplementasikan, disertai pelatihan bagi guru agar skill dan kemampuan guru semakin bertambah setiap tahunnya” tutur Ceppy.
Ceppy juga menegaskan kepada para guru yang hadir untuk tidak lelah untuk belajar sesuai dengan istilah kebiasaan belajar sepanjang hayat atau long life education. Jadi bukan hanya siswa yang belajar sepanjang hayat, tetapi guru punya peran yang sama untuk meningkatkan kemampuannya melalui proses belajar tanpa henti.
Pelatihan guru ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan lembaga menuju penerapan kurikulum internasional Cambridge secara penuh di Al Ma’soem.
Ceppy mengungkapkan bahwa kerja sama yang telah berjalan selama setahun terakhir menjadi modal penting, terutama menyusul fenomena terkini penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi negeri yang mulai meningkatkan kuota jalur International Undergraduate Program (IUP).
“Mudah-mudahan dengan adanya program berbasis Cambridge ini, lulusan Al-Ma’soeum tidak merasa asing dengan standar internasional, sehingga alumninya ada yang bisa berkuliah di luar negeri atau masuk melalui jalur IUP PTN,” tutupnya.
Sebagai informasi, kelas internasional Al Ma’soem ini sebelumnya Yayasan telah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Cambridge University, pada Juni 2025 lalu.





