Fonseca Sesali Masa Singkatnya di AC Milan

X NICOLO SCHIRA

IniSumedang.Com – Paulo Fonseca menyuarakan penyesalannya atas masa jabatan yang singkat bersama AC Milan. Pelatih asal Portugal itu menilai dirinya layak mendapatkan waktu lebih panjang untuk membangun proyek permainan yang dirancang manajemen klub.

Fonseca mengambil alih kursi pelatih AC Milan pada awal musim 2024/2025. Namun perjalanan itu tidak berlangsung lama. Manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama di tengah musim setelah performa tim dianggap belum memenuhi ekspektasi.

Dalam wawancara bersama The Athletic, Fonseca menyampaikan refleksinya. Ia mengaku kecewa karena tidak memiliki cukup waktu untuk merealisasikan rencana taktis yang sudah disusun.

“Saya merasa pantas mendapatkan lebih banyak waktu di Milan,” ungkap Fonseca dikutip dari akun X jurnalis Italia, Nicolo Schira.

Ini Baca Juga :  Kontrak Mandek di Juventus, Vlahovic Dikaitkan dengan Barcelona

Proyek yang Terhenti

Fonseca menilai AC Milan sebagai klub dengan sejarah besar dan struktur profesional yang kuat. Ia juga mengaku menikmati atmosfer San Siro serta dinamika kompetisi Serie A.

“Saya benar-benar menyesal tidak memiliki cukup waktu,” tegasnya.

Menurut Fonseca, tantangan utama selama menangani Milan terletak pada perubahan filosofi bermain. Manajemen menginginkan pendekatan yang lebih terbuka dan ofensif. Transformasi tersebut menuntut adaptasi menyeluruh, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain.

“Proposal Milan adalah mengubah cara bermain menjadi lebih terbuka. Namun, mengubah sesuatu yang sudah mengakar begitu lama tentu tidak mudah,” jelas Fonseca.

Ia menilai perubahan gaya permainan tidak bisa terjadi secara instan. Fondasi taktik yang telah dibangun bertahun-tahun memerlukan proses bertahap untuk disesuaikan dengan pendekatan baru.

Ini Baca Juga :  Nilai Pasar Pio Esposito Melejit, Inter Petik Untung

Tekanan dan Ekspektasi

AC Milan dikenal sebagai klub dengan tradisi kuat di Italia dan Eropa. Setiap pelatih menghadapi tekanan tinggi untuk menghadirkan hasil cepat. Dalam konteks itu, Fonseca mengakui tantangan yang dihadapinya bukan hanya teknis, tetapi juga terkait ekspektasi publik.

Periode singkat di Milan membuat proyek yang ia rancang tidak sepenuhnya terealisasi. Fonseca tidak menyinggung secara langsung keputusan manajemen, namun pernyataannya mengisyaratkan bahwa ia berharap mendapat kepercayaan lebih lama.

Meski demikian, ia tetap menyampaikan penghormatan terhadap klub. Tidak ada nada konfrontatif dalam pernyataannya, melainkan refleksi atas proses yang terhenti lebih cepat dari rencana awal.

Babak Baru di Prancis

Setelah meninggalkan AC Milan, Fonseca melanjutkan kariernya di Prancis bersama Olympique Lyonnais sejak awal musim 2025. Klub Ligue 1 itu memberinya kesempatan baru untuk menerapkan ide-ide taktik yang belum sepenuhnya terwujud di Italia.

Ini Baca Juga :  West Ham United Berupaya Memboyong Harry Maguire dari Manchester United

Bersama Lyon, ia berharap bisa membangun tim sesuai visinya. Pengalaman di Milan menjadi pelajaran penting dalam menghadapi dinamika klub besar dengan tuntutan instan.

Fonseca melihat fase ini sebagai ajang pembuktian kapasitasnya di level tertinggi Eropa. Ia tetap percaya pada pendekatan permainan yang lebih ekspansif dan progresif.

Perjalanan Paulo Fonseca bersama AC Milan memang singkat. Namun pernyataannya menunjukkan satu hal: ia merasa proyek tersebut belum selesai. Kini, di Prancis, ia berupaya memastikan bahwa kesempatan berikutnya berjalan lebih panjang dan selaras dengan visinya