SEMARANG – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik dan kesehatan. Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji, meraih Juara I Penulis Terbaik Nasional dalam Lomba Menulis Nasional yang diselenggarakan Antero Indonesia. Ajang tersebut berlangsung pada 29 Januari 2026, sementara pengumuman pemenang diumumkan pada 28 Februari 2026 dengan peserta dari berbagai provinsi.
Prestasi itu diraih melalui tulisannya berjudul “Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu”. Artikel tersebut menyoroti kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap wajar, namun menyimpan risiko serius terhadap kesehatan jantung.
Kebiasaan Modern dan Risiko Kardiovaskular
Dalam tulisannya, Prima mengangkat fenomena yang lekat dengan kehidupan masyarakat urban: tekanan pekerjaan yang memicu stres, konsumsi kopi berlebihan untuk mendukung lembur, serta pola tidur yang terganggu akibat begadang.
Sebagai akademisi dengan fokus jantung dan pembuluh darah, ia menjelaskan bahwa stres kronis memicu peningkatan hormon kortisol yang berdampak pada tekanan darah. Asupan kafein berlebih dapat merangsang kerja jantung secara terus-menerus. Kurang tidur pun mengacaukan ritme biologis tubuh yang berperan dalam stabilitas tekanan darah dan metabolisme.
Kombinasi tiga kebiasaan itu, jika terjadi dalam jangka panjang, berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung.
“Masya Allah Tabarakallah, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang hobi begadang dan minum kopi berlebihan,” ujar Prima saat dimintai tanggapan atas penghargaan yang diraihnya.
Ia menegaskan, kerusakan jantung sering kali bukan dipicu satu kejadian besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang berlangsung terus-menerus.
Berbasis Riset dan Bahasa Populer
Keunggulan tulisan tersebut terletak pada perpaduan narasi populer dengan dasar ilmiah. Prima menyertakan hasil penelitian yang ia lakukan sepanjang akhir tahun, termasuk riset tentang efektivitas self-management pada pasien hipertensi, penanganan kasus STEMI atau serangan jantung akut, penyakit jantung koroner, serta manajemen gagal jantung.
Data tersebut ia terjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi substansi ilmiah. Dewan juri menilai karya itu memiliki kedalaman data, relevansi tinggi dengan kondisi masyarakat, serta kekuatan refleksi yang menyentuh pembaca.
Prima mengaku sengaja memfokuskan pendekatan pada kebiasaan mikro atau micro-habit. Ia ingin menunjukkan bahwa pencegahan penyakit jantung tidak selalu dimulai dari intervensi besar, melainkan dari perubahan sederhana yang konsisten.
Alasan Karya Dinilai Unggul
Dewan juri menilai tulisan tersebut unggul karena menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar peringatan. Artikel itu tidak bersifat menggurui, melainkan mengajak pembaca mengevaluasi kebiasaan masing-masing.
Aspek keterbaruan juga menjadi pertimbangan. Prima menggabungkan pendekatan micro-habit dengan evidence-based practice, sehingga edukasi kesehatan terasa praktis dan aplikatif. Konsep self-management yang ia tawarkan memberi panduan nyata bagi pembaca untuk mulai menjaga kesehatan jantung.
Pendekatan ini dinilai relevan bagi generasi produktif yang akrab dengan budaya lembur, konsumsi kopi tinggi, dan kurang tidur. Banyak pembaca merasa kebiasaan yang digambarkan dalam tulisan tersebut mencerminkan rutinitas mereka sendiri.
Pengembangan Aplikasi Kesehatan
Prima tidak berhenti pada literasi. Ia tengah mengembangkan aplikasi berbasis Android untuk mendukung self-management hipertensi dan penyakit jantung koroner. Aplikasi itu dirancang membantu pasien memantau tekanan darah, mengingatkan jadwal obat, mengatur pola makan, mengelola stres, serta memperbaiki pola tidur.
Menurutnya, tulisan berperan membangun kesadaran, sedangkan teknologi dapat menjaga konsistensi perubahan perilaku. Inovasi tersebut diharapkan berkontribusi dalam menekan angka penyakit kardiovaskular di Indonesia.
Secara nasional, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Hipertensi kerap disebut silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas. Dalam konteks ini, literasi kesehatan menjadi instrumen penting untuk pencegahan.
Prestasi dosen UNIMUS juara nasional ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga menunjukkan bahwa karya ilmiah yang dikemas komunikatif dapat menjangkau masyarakat luas. Dari tulisan tentang stres, kopi, dan begadang, lahir pesan tegas: perubahan kecil hari ini menentukan kesehatan jantung di masa depan.






