Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang Siapkan Tim Pemantau Hewan Kurban Jelang Idul Adha

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Menjelang Idul Adha 1442 Hijriah, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) menyiapkan Tim Monitoring Hewan Kurban untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang H. Nandang Suparman,S.Sos mengatakan, diterjunkannya tim monitoring hewan kurban tersebut, dalam rangka memberikan keamanan dalam penyediaan hewan kurban yang diperjualbelikan dan memenuhi syarat.

“Atas pertimbangan itu, kami perlu menetapkan 36 orang berdasarkan Keputusan Kepala Diskanak Sumedang tentang Penunjukkan Tim Monitoring Kurban Tahun 2021,” kata Nandang saat dihubungi, Rabu (14/7/2021) pagi.

Adapun tugas dari tim monitoring kurban tersebut, sambung Nandang, yaitu mendata tempat penjualan atau kandang penampungan hewan kurban dan tempat pemotongan hewan kurban, melaksanakan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban baik di lokasi penjualan maupun kandang penampungan.

Kemudian, melaksanakan pemeriksaan kondisi umur hewan kurban, memberikan tanda Kalung Sehat pada hewan kurban yang telah dinyatakan layak (cukup umur, sehat, dan tidak cacat) dan memeriksa kondisi karkas dan organ dalam pada hewan kurban setelah disembelih.

“Nantinya, Dokter Hewan yang mengeluarkan dan menandatangani Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk hewan kurban melaporkan melalui aplikasi iSIKHNAS,” jelasnya.

Dalam melaksanakan monitoring hewan kurban, kata Nandang, Tim monitoring juga harus memperhatikan dan menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat dan petugasnya juga harus sehat.

“Setiap tim dapat dibagi dalam tim kecil terdiri dari 2 atau 3 orang sesuai dengan kebutuhan. Dan mengevaluasi penanganan dan pendistribusian daging hewan kurban. Serta melaporkan hasil pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban harian dan rekapitulasi hasil pemeriksaan kepada Ketua Tim Monitoring Kurban Kabupaten Sumedang,” ujar Nandang.

Nandang menuturkan, menjelang hari raya idul Adha ini, permintaan masyarakat Sumedang akan hewan kurban terdata dan terinventarisir, yang diperkirakan untuk permintaan hewan kurban jenis sapi sekitar 6900 ekor, domba 10. 900 ekor, sedangkan kambing sekitar 3200 ekor.

“Ini meningkat dari permintaan tahun 2020 lalu, dengan peningkatan mencapai 2 sampai dengan 5%. Dimana pada tahun 2020, permintaan sapi hanya 2150 ekor, domba 8100 ekor dan kambing 3900 ekor,” paparnya.

Nandang menuturkan, untuk mencukupi kebutuhan permintaan hewan kurban tersebut, seperti Sapi sebagian harus didatangkan dari Jawa tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sedangkan untuk domba dan kambing, sambung Nandang, didatangkan dari Garut, Indramayu dan Subang.

“Jadi sebagian hewan kurban yang didatangkan tersebut, untuk mencukupi permintaan masyarakat, diluar kemampuan para peternak mandiri yang ada di Kabupaten Sumedang,” jelasnya.

Lebih lanjut Nandang mengatakan, berdasarkan populasi semester Il tahun 2020 atau pada Bulan Desember 2020 lalu, untuk sapi potong totalnya 34.915 ekor yang terdiri dari 12.242 ekor jantan dan 22.673 ekor betina

Dimana, dari populasi ternak sapi potong jantan tersebut terbagi dari anak sebanyak 2.929 ekor, muda 3.633 ekor, dewasa 6.210 ekor. Sehingga, ketersediaan ternak sapi untuk kurban jumlahnya 6.210 + 696 = 6.906 ekor.

“Yang dianggap pas untuk kurban biasanya yang dewasa. Selain sapi potong, sapi perah jantan dewasa juga bisa dijadikan hewan kurban yang populasinya sebanyak 696 ekor,” tuturnya.

Sementara untuk domba, kata Nandang, populasi ternak jantan sebanyak 21.830 ekor bila diprediksi 50% dipergunakan untuk bibit atau pejantan. Maka untuk ketersediaan hewan kurban juga 50% atau 10.915 ekor.

Sedangkan untuk kambing populasi ternak jantan dewasa 6.442 ekor, dan bila diprediksi 50% dipergunakan untuk bibit, maka untuk ketersediaan hewan kurban juga 50% atau 3.221 ekor.

“Itu merupakan populasi hewan ternak yang ada pada saat ini di Kabupaten Sumedang. Sehingga, dimungkinkan sangat mencukupi kebutuhan konsumen masyarakat sumedang,” kata Nandang menegaskan.

  • Bagikan