Deteksi Dini Pergerakan Tanah, BPBD Sumedang Pasang Alat EWS Portabel di Desa Tanjungwangi

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, memasang Early Warnning System (EWS) Portable untuk mendeteksi dini bencana pergerakan tanah di Dusun Babakan Kopo Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar, Selasa (30/3/2021).

EWS Portable yang merupakan hibah dari BPBD Kabupaten Banjarnegara ini, dipasang untuk mengantisipasi dan peringatan dini bagi warga untuk secepat mungkin melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Dengan dipasang EWS Portable ini, warga bisa secepat mungkin melakukan evakuasi. Karena alat ini, akan memberikan peringatan jika terjadi pergerakan tanah,” kata Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang, Rully Surya S saat dikonfirmasi wartawan usai melakukan pemasangan EWS Portable.

Adapun cara kerja dari EWS Portable ini, sambung Rully, yaitu akan memberikan tanda peringatan sebanyak 3 kali.

“Jadi, jika ada pergerakan tanah 1 cm, maka EWS akan memberikan peringatan dengan lampu menyala secara berkedip Kemudian jika ada pergerakan tanah 2 cm, maka akan ada peringatan lampu menyala dibarengi suara alarm. Dan jika ada pergerakan melebih 3 cm maka alarm tanda bahaya akan berbunyi. Nah dengan adanya peringatan itu, warga bisa secepatnya melakukan evakuasi,” tuturnya.

Sementara itu di Desa Tanjungwangi sendiri, kata Rully, saat ini masih mengalami pergerakan tanah, yaitu sekitar 2 sampai 3 Cm dalam kurun waktu satu hari satu malam. Sehingga, dengan alat ini, selain dapat membantu memantau, juga dapat mendeteksi jika ada pergerakan tanah.

“Kami hanya memasang satu alat EWS Portable saja, karena memang hanya mempunyai satu unit dan itupun merupakan hibah dari BPBD Banjarnegara,” tegasnya.

Rully menambahkan, terkait pemasangan EWS Portable ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat yang terdampak pergerakan tanah. Diharapkan masyarakat selalu waspada dan bisa mengevakuasi dirinya jika alarm itu berbunyi.

“Sudah kami sosialisasikan, mudah-mudahan dengan alat ini masyarakat bisa lebih waspada lagi,” tandasnya.

Seperti diketahui pergerakan tanah di Dusun Babakan Kopo Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar, mengakibatkan 23 rumah mengalami retak-retak, pada Rabu 24 Maret 2021 sekira pukul 13.00 WIB lalu.

Sehingga, dampaknya sebanyak
23 KK yang terdiri dari 68 jiwa harus diungsikan, karena rumah miliknya harus dikosongkan untuk mengantisipasi terjadinya korban pergerakan tanah.

  • Bagikan