Bupati Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang Berjalan Lancar

Foto: Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir (Istimewa)

SUMEDANG – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Sumedang di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Rabu (14/1/2026) pagi, usai mengikuti rangkaian Shalat Subuh Berjamaah.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres awal pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Bupati menyampaikan, saat ini pembangunan SR Sumedang telah memasuki tahap persiapan, meliputi pematangan lahan, pengurugan, serta pekerjaan awal lainnya.

Groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat sendiri telah dilakukan secara serentak secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sehari sebelumnya.

“Saya melihat langsung ke lokasi untuk memastikan bahwa pembangunan SR Sumedang benar-benar sudah berjalan. Alhamdulillah, pekerjaan persiapan sudah dimulai,” ujar Bupati.

Ini Baca Juga :  99 Persen ASN di Sumedang Masuk di Hari Pertama Kerja Paska Libur Lebaran

Ia menjelaskan, pembangunan SR Sumedang menghabiskan anggaran sekitar Rp234 miliar dan ditargetkan rampung pada Juni 2026 melalui skema percepatan dan akselerasi pembangunan. SR Sumedang menjadi salah satu proyek tahap pertama (base pertama) pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia.

Menurutnya, SR Sumedang akan dilengkapi fasilitas yang sangat lengkap dan representatif. Selain ruang kelas dan asrama, kawasan pendidikan tersebut juga akan memiliki kantin, lapangan sepak bola, lapangan basket, gedung serbaguna, masjid, tempat ibadah agama lain, clean house, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Ini bukan hanya sekolah, tetapi kawasan pendidikan terpadu yang sangat bagus. Insya Allah menjadi rumah terbaik untuk pendidikan di Indonesia,” tegasnya.

Ini Baca Juga :  Para Pejabat Administrator di Sumedang Dilatih Melek Literasi Digital

Bupati juga menekankan pentingnya menghadirkan identitas lokal dalam pembangunan SR Sumedang. Ia meminta agar ke depan terdapat ornamen khas Sumedang yang menjadi pembeda, baik di gerbang maupun di area strategis lainnya.

“Saya minta ada diferensiasi, ada ciri khas Sumedang. Ornamen budaya Sumedang harus terasa. Nanti silakan dirancang oleh ahlinya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat di Ujungjaya tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Ia berharap tenaga kerja lokal dapat dilibatkan, baik dalam proses pembangunan maupun operasional sekolah, termasuk pengelolaan dapur dan fasilitas pendukung lainnya.

“Ini akan mendekatkan ekonomi ke masyarakat. Tenaga kerja lokal bisa terlibat, UMKM bisa tumbuh, dan dampaknya akan terasa langsung,” ungkapnya.

Ini Baca Juga :  Mulai Hari Ini, Bantuan Korban Gempa Sumedang Bakal Disalurkan, Segini Besarannya

Dari sisi lokasi, SR Sumedang dinilai sangat strategis karena berada di persimpangan Tol Cisumdawu dan Tol Cipali, serta berjarak sekitar 8–10 kilometer dari Bandara Kertajati. Akses menuju kawasan industri dan wilayah strategis lainnya seperti Patimban dan Cirebon juga relatif dekat.

Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk terus mengawal dan mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang agar dapat selesai tepat waktu dan berkualitas.

“Mohon doanya agar pembangunan SR Sumedang berjalan lancar, semua yang terlibat sehat dan selamat, dan insya Allah bisa selesai sesuai target percepatan pada bulan Juni,” pungkasnya.