oleh

Angka Partisipasi Pemilih 80 Persen, Adalah Prestasi Semua Pihak

INISUMEDANG.COM – Penyelenggaraan pemilu pada beberapa waktu lalu dinilai membuahkan hasil yang cukup membanggakan, karena dilihat dari angka partisipasi pemilih mencapai 80 persen. Dan ini merupakan prestasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaran pemilu tersebut, kata Haidar Ustman Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga pada Bawaslu Sumedang disela kegiatan refleksi Tahapan Pemilu 2019 yang digelar di Hotel hanjuang Hegar Cimalaka Jumat (23/8).

“Jika dilihat dari angka partisipasi yang mencapai 80 persen, sebenarnya ini prestasi semua, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk upaya pengawasan DPT, dan semua stakeholder, termasuk masyarakat. Akan tetapi guna membuat pemilu kedepan lebih baik lagi, tentunya kita harus meminta masukan dari seluruh unsur yang terlibat pada Pemilu 2019 kemarin,” tandasnya

Kegiatan refleksi tersebut diikuti oleh sejumlah stakeholder, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Partai Politik, Mahasiswa dan Unsur Media. Kegiatan refleksi diselenggarakan dalam upaya mengevaluasi kegiatan pengawasan selama proses Pemilu 2019 lalu.

“Pada refleksi pemilu ini, semua stakeholder yang terlibat dalam berbagai proses atau tahapan Pemilu 2019 kemarin, dapat memberikan masukan serta saran terkait berbagai kelemahan atau kekurangan Bawaslu selama melakukan pengawasan Pemilu 2019,” ujarnya.

Lebih lanjut Haidar mengatakan, masukan-masukan dari semua unsur yang hadir di sini, baik itu Ormas, OKP, ataupun lembaga-lembaga terkait lainnya, nanti akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja Bawaslu di kemudian hari.

Hal yang sama dikatakan Ade Sunarya, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sumedang,  mengatakan kegiatan refleksi atau renungan seperti ini memang penting untuk dilakukan. Sebab bagaimanapun juga, dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu kemarin, tentu masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki.

Salah satu kelemahan ini, diantaranya terkait masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana dari sebanyak 4.082 SDM yang dimiliki Bawaslu Sumedang, dari mulai tingkatan kabupaten sampai di TPS, memang masih ada kelemahan.

Terutama petugas pengawasan di tingkatan kecamatan sampai di TPS, sejauh ini mereka masih ada kekurangan dalam hal penindakan pelanggaran Pemilu. 

“Dari sisi pengawasan, SDM yang kita miliki masih ada kekurangan dan kelemahan, terutama dalam hal penindakan pelanggarannyakatanya.

Lemahnya pengawasan ini, sambung Ade, terjadi pula akibat kurangnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran Pemilu.

“Cotohnya, ada beberapa pelanggaran yang diadukan ke Bawaslu tapi masyarakatnya tidak mau menjadi pelapor. Bahkan masyarakat juga tidak mau dijadikan saksi dalam perkara pelanggaran yang diadukan tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, berbagai kekurangan dan kelemahan tersebut, tentu harus direfleksi atau direnungi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pada Pelaksanaan Pemilu yang akan datang. **

Acep Sandi : koransumedang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait