Akur Soroti Rencana Pembangunan Geotheater

  • Bagikan

INISUMEDANG.COM – Rencana pembangunan Geotheater (pusat budaya) dengan luas mencapai 11,6 hektare yang diproyeksikan akan dibangun di Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong mendapat sorotan dari politisi Golkar yang juga Anggota DPRD Periode 2019-2024 Asep Kurnia.

Pembangunan Geotheater sendiri, merupakan bantuan dari Pemprov Jabar, untuk Galeri Sejarah Sumedang, seperti Galeri Batik Sumedang, Taman Budaya, Galeri Kesenian musik dan tari, kuliner makanan dan Kopi, menara pandang, pusat pelatihan, workshop batik smd, kantor pengelola, sekretariat budaya, tempat teater.

Menurut Akur yang juga mantan Ketua KPU Sumedang ini mengatakan, rencana pembangunan Geotheater seyogyanya Pemerintah Daerah (Pemda) bisa menghitung secara matang terutama terkait aksesbilitas menuju Geotheater tersebut. Karena, dilihat dari sisi aksesnya saat ini akan mengalami kesulitan, dengan topografi wilayah yang berbukit-bukit.

“Geotheater kalau tidak ditopang dengan akses jalan, tentunya akan repot. Jalannya harus memadai, minimal bus bisa masuk. Kalau kemarin, kita lihat akses jalan tidak memadai,” Katanya Jum’at lalu (6/9).

Sementara Jika dilihat dari sisi perencanaan pembangunan Geotheater, lanjutnya, itu sudah bagus, tapi akses jalan dan infrastruktur menuju lokasi Geotheater harus menjadi prioritas. Tidak asal membangun saja, dikawatirkan nantinya bernasib seperti Saung Budaya Sumedang (Sabusu) di Jatinangor dan Gedung Kesenian Pacuan Kuda yang hingga saat ini tidak berjalan dengan baik.

“Jadi harus dipikirkan jangka panjangnya, seperti pengelolaannya, perawatan. Supaya tidak meninggalkan bangunan yang tidak terawat,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi dari segi konsep dan pembangunan yang sangat baik dan rapih, karena didesain oleh arsitek yang profesional.

“Iya untuk perencanaan dan pembangunan mah saya pikir bagus lah, hanya sarana penunjangnya nanti gimana,” ucapnya

Untuk sisi akademisnya, sambung Akur, bagaimana pihak akademisi seperti UNPAD bisa membantu pengembangan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil.

“Tapi yang terpenting adalah infrastruktur penunjangnya, karena kalau akses jalan sudah bagus itu tentunya akan berdampak terhadap pengembangan pengembangan itu akan menyusul. Jadi infrastruktur itu harus menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya  Bupati, Wakil Bupati dan sejumlah Anggota DPRD, melakukan road show ke beberapa tempat, salah satunya ke lokasi rencana pembangunan Geotheater di Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Rabu (4/9).

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan),  Gungun Nugraha menyampaikan, Geotheater nantinya akan digunakan untuk kepentingan seni budaya seperti galeri Sejarah Sumedang, galeri batik Kasumedang, taman budaya, galeri kesenian, musik dan tari, kuliner makanan dan Kopi, pusat pelatihan, workshop batik, kantor pengelola, sekretariat budaya, hingga tempat teater.

Selain itu, proses pemilihan lokasi untuk Geotheater bukanlah hal yang mudah. Lantaran dari berbagai lokasi yang disampaikan, terpilih lokasi yang meliputi tiga desa yaitu Desa Sukamaju, Desa Sukahayu dan Desa Pamekaran.

“Geotheater ini, akan berdiri di atas lahan sekitar 11,6 hektare. Dan pada tahap pertama ditahun 2019 akan dibangun 1,5 hektare untuk gedung serba guna dengan dana sekitar Rp. 5 miliar. Selanjutnya pada tahun 2020, akan dibangun tahap ke 2 dengan dana sekitar Rp. 26 miliar,” ucapnya. **

Acep Shandy : Koran Sumedang

  • Bagikan