JAKARTA, 20 Februari 2026 – Industri media Indonesia menghadapi tekanan ganda dalam setahun terakhir. Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, menyebut kondisi ini sebagai double squeeze yang menggerus trafik sekaligus nilai ekonomi konten jurnalistik.
Fenomena pertama datang dari maraknya peluncuran generative AI tools seperti ChatGPT dan fitur AI Overview di mesin pencari. Fitur tersebut memicu fenomena zero click, ketika pengguna memperoleh ringkasan informasi langsung di halaman hasil pencarian tanpa perlu mengklik tautan berita.
Dampaknya signifikan. Sejumlah media melaporkan penurunan trafik organik lebih dari 50 persen. Penurunan ini berimplikasi langsung pada pendapatan iklan dan model bisnis berbasis kunjungan pembaca.
Crawler AI dan Persoalan Lisensi
Fenomena kedua adalah meningkatnya aktivitas crawler AI. Bot otomatis tersebut mengakses situs media untuk merekam dan melatih model berbasis konten jurnalistik.
“Ada peningkatan jumlah bots masuk ke news media website untuk merekam konten yang kita produksi, tanpa ada licensing agreement,” ujar Wahyu dalam diskusi bertema Navigating AI in Newsrooms: Research Insights and Media Business Sustainability di Hotel Morrissey, Jakarta.
Menurutnya, kondisi ini menempatkan media dalam posisi sulit. Di satu sisi, trafik menurun akibat zero click. Di sisi lain, konten tetap dimanfaatkan untuk pelatihan model AI tanpa imbal balik ekonomi yang adil.
Wahyu menyebut situasi ini sebagai persimpangan jalan bagi industri media. Perlindungan data di sisi hulu menjadi krusial, sementara di sisi hilir redaksi dan tim bisnis harus mengoptimalkan teknologi untuk bertahan.
Infrastruktur Pemantauan dan Robot.txt
AMSI telah mengembangkan infrastruktur baru yang diadopsi dari OpenMind, sebuah open source infrastructure dari Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk memantau akses crawler AI, mencatat aktivitasnya, serta membuka ruang negosiasi kompensasi.
Uji coba awal dilakukan pada tiga media anggota AMSI dan akan diperluas dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kolektif menghadapi tekanan crawler AI.
Namun, tantangan internal masih besar. Berdasarkan tinjauan terhadap sebagian anggota, pemahaman mengenai robot.txt dinilai minim. Dari sekitar 500 anggota AMSI, kurang dari 5 persen yang memasang robot.txt serta menerapkan mekanisme whitelist dan blacklist terhadap crawler.
Padahal, pengaturan akses tersebut dapat menjadi langkah awal perlindungan konten digital.
Dorongan Regulasi dan Publisher Rights
Di tingkat ekosistem, AMSI menilai regulasi perlu diperkuat. Revisi Undang-Undang Hak Cipta, penguatan publisher rights, serta aturan turunan lainnya dianggap penting untuk meningkatkan posisi tawar media terhadap platform digital global.
“Kita perlu dukungan agar konten jurnalistik terlindungi,” ujar Wahyu.
Regulasi yang jelas diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara inovasi teknologi dan keberlanjutan bisnis media.
AI dan Riset Ekosistem Media
Country Director Indonesia and Pacific BBC Media Action, Rachel McGuinn, menyatakan bahwa AI telah membawa perubahan signifikan bagi industri media, termasuk di Indonesia. Untuk merespons situasi tersebut, BBC Media Action mengembangkan panduan riset guna memetakan dampak AI terhadap jurnalis dan ekosistem kerja.
Proyek tersebut bernama Public Interest Media and Healthy Information Environments (PIMHIE). Program ini juga dijalankan di Sierra Leone, Peru, dan Zambia. Meski karakter pasar media berbeda, tantangan yang dihadapi relatif serupa, terutama terkait disrupsi digital dan AI.
Melalui kolaborasi dengan AMSI, proyek PIMHIE mendiseminasikan riset terkait AI serta memfasilitasi dialog mengenai keberlanjutan bisnis media. Forum ini mempertemukan praktisi media, regulator, asosiasi industri, dan pemangku kepentingan teknologi.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa tantangan zero click dan crawler AI tidak dapat dihadapi secara individual. Industri membutuhkan langkah kolektif dan solidaritas lintas sektor.
“Masih ada harapan, selama kita bergerak bersama, solid, dan kolektif,” kata Wahyu.
Tekanan ganda akibat zero click dan crawler AI menjadi ujian besar bagi industri media. Namun di tengah disrupsi, kolaborasi dan inovasi dinilai menjadi kunci agar media Indonesia tetap relevan, independen, dan berdaya saing di era transformasi digital.






