Ulama Mengimbau Shalat Idul Adha Digelar Tak Berkerumun

  • Bagikan
Kepala KUA Jatinangor
IMAN NURMAN DEKLARASI: Forkopimcam Jatinangor dan tokoh agama saat DEKLARASI pembatasan sosial masyarakat PPKM dimasa pandemi Covid 19.

JATINANGOR – Meningkatnya jumlah kasus Covid di Sumedang, membuat pemerintah daerah Kabupaten Sumedang mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Sumedang. Dampak dari aturan Perbup nomor 12 Tahun 2021 tersebut menyebabkan segala kegiatan masyarakat dibatasi. Tak terkecuali untuk kepentingan ibadah.

Kepala KUA Jatinangor H. Asep Kurnia didampingi Camat Jatinangor Drs Herry Dewantara, Kapolsek Jatinangor Kompol Aan Supriatna, dan Danramil Jatinangor Kapten INF Lesly Darmawan mengatakan sesuai intruksi Bupati kegiatan solat idul adha, solat Jumat, dan pengajian untuk ditiadakan. Jika dimungkinkan ada, harus memenuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Intinya kami bukan melarang beribadah, tapi berusaha untuk tidak berkerumun atau menimbulkan kerumunan. Karena dikhawatirkan solat jumat atau idul adha menimbulkan kerumunan, jadi demi kebaikan pelaksanaan idul adha digelar di rumah masing-masing, atau tidak lebih dari 50 persen,” ujarnya.

Selain itu, Forkopimcam Jatinangor juga menggelar pelatihan pemulasaran jenazah khusus pasien Covid 19. Diantaranya melibatkan tenaga medis, ulama, desa, dan aparat kecamatan. Agar, jika ada warga yang meninggal di rumah akibat Covid 19, bisa langsung disemayamkan tanpa merepotkan petugas rumah sakit.

Sementara itu, Camat Jatinangor Drs Herry Dewantara mengatakan sebelum tempat ibadah ditutup sementara, beberapa tempat keramaian, mal, supermarket, dan pusat perbelanjaan di Jatinangor juga ditutup lebih awal. Bahkan, kegiatan masyarakat yang larut sampai malam dibatasi sampai jam 18.00.

“Intinya semua itu demi memutus mata rantai Covid 19 di Sumedang khususnya di Jatinangor. Bukan semata mata kami membatasi kegiatan masyarakat atau menghalang halangi masyarakat untuk beraktivitas, namun demi kebaikan semua agar Covid 19 ini cepat berlalu,” ujarnya.

  • Bagikan