INISUMEDANG.COM – Timnas Italia memulai fase pembenahan menyeluruh setelah gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Langkah ini ditandai dengan perubahan signifikan di berbagai lini, mulai dari tim pelatih hingga struktur federasi.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi mengumumkan perombakan besar sebagai respons atas hasil yang dinilai jauh dari ekspektasi. Kebijakan ini diambil untuk membuka jalan bagi restrukturisasi dan pembentukan fondasi baru.
Informasi tersebut disampaikan oleh jurnalis Fabrizio Romano. Ia menyebutkan bahwa sejumlah figur kunci telah memastikan diri meninggalkan jabatan mereka.
Pelatih kepala Gennaro Gattuso resmi berpisah dengan tim nasional. Keputusan ini menutup periode kepelatihannya yang belum mampu membawa Italia kembali ke level kompetitif di ajang internasional.
“Tak hanya Gattuso, Kepala Delegasi Gianluigi Buffon juga mengundurkan diri dari posisinya,” jelas Romano, Jumat (3/4/2026).
Pengunduran diri Buffon dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegagalan tim. Sosok yang selama ini menjadi simbol sepak bola Italia itu memilih mundur di tengah proses evaluasi besar yang sedang berlangsung.
Perubahan Hingga Level Federasi
Perombakan tidak berhenti di level tim. FIGC juga mengalami perubahan di posisi tertinggi setelah presidennya, Gabriele Gravina, memutuskan untuk melepas jabatan.
Langkah tersebut menandai dimulainya era baru dalam tata kelola sepak bola Italia. Pergantian kepemimpinan diharapkan mampu membawa arah kebijakan yang lebih efektif dan progresif.
“Proses administrasi terkait kepergian Gattuso, kini tengah diselesaikan secara resmi,” ucap Romano.
Dengan kosongnya sejumlah posisi strategis, FIGC kini dihadapkan pada tantangan besar untuk segera mengisi kekosongan tersebut dengan figur yang tepat.
Fokus pada Kebangkitan
Sebagai bagian dari proses pembenahan, federasi langsung bergerak cepat untuk mencari pelatih baru. Sosok pengganti diharapkan mampu membawa perubahan signifikan, baik dari segi permainan maupun mentalitas tim.
Restrukturisasi ini juga mencerminkan keseriusan Italia dalam membangun kembali kekuatan sepak bolanya. Evaluasi tidak hanya menyasar hasil pertandingan, tetapi juga sistem pembinaan dan manajemen tim secara keseluruhan.
Kegagalan beruntun di kualifikasi Piala Dunia menjadi titik balik yang mendorong perubahan. Dalam konteks ini, pembenahan dianggap sebagai langkah strategis untuk mengembalikan daya saing di level internasional.
Situasi Timnas Italia berbenah kini menjadi perhatian luas. Banyak pihak menilai bahwa momentum ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan transformasi yang lebih menyeluruh.
Dengan dimulainya era baru di tubuh FIGC, harapan untuk kebangkitan sepak bola Italia kembali mengemuka. Langkah-langkah yang diambil saat ini diharapkan mampu membawa Gli Azzurri kembali ke jalur prestasi dalam kompetisi global mendatang.






