SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan arah pembangunan tahun 2026 akan difokuskan pada percepatan infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi mendorong daya saing wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, menyampaikan bahwa porsi besar belanja daerah tahun depan diarahkan pada pembangunan fisik yang produktif.
Menurutnya, infrastruktur yang dibangun bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan dirancang untuk memperkuat aktivitas ekonomi warga.
“Jadi sejumlah prioritas yang akan digarap meliputi peningkatan kualitas jalan penghubung antarwilayah, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan serta ruang kelas baru, penataan trotoar, dan perluasan penerangan jalan umum,” tuturnya.
Tuti berharap, infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung mobilitas masyarakat.
Selain itu, kata Tuti, sektor pertanian dan peternakan menjadi perhatian utama karena dinilai memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi lokal. Dukungan terhadap irigasi, sarana produksi, hingga akses pasar terus diperkuat agar produktivitas meningkat.
“Pemerintah juga memprioritaskan pengelolaan persampahan dan penyediaan air bersih melalui pengembangan SPAM dan program Pamsimas,” ujarnya.
Tuti menegaskan, ketersediaan layanan dasar yang memadai diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus menunjang pertumbuhan kawasan permukiman dan sentra usaha.
Di sisi lain, tambah Tuti, penguatan investasi tetap menjadi instrumen penting dalam mendorong ekonomi daerah. Pemkab memastikan proses perizinan berjalan lebih cepat dan terintegrasi, sehingga memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di Sumedang.
“Jadi dengan fokus pada infrastruktur produktif dan penguatan sektor ekonomi riil, Pemkab Sumedang optimistis tahun 2026 akan menjadi momentum percepatan pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan,” tandasnya.






