SPORTS, Inisumedang.com – Mimpi Argentina mempertahankan gelar juara dunia akhirnya harus kandas di tangan Spanyol.
Pada laga final Piala Dunia 2026 di Stadion New York-New Jersey, East Rutherford, Spanyol menang tipis 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Gol tersebut sekaligus memastikan La Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah penantian selama 16 tahun.
Bagi Inter Milan, hasil ini menghadirkan dua cerita berbeda.
Di satu sisi, Lautaro Martinez gagal menutup turnamen dengan trofi juara. Namun di sisi lain, Nerazzurri tetap berhasil mempertahankan rekor yang nyaris mustahil disamai klub lain.
Lautaro Harus Menelan Kekecewaan
Sepanjang turnamen, Lautaro tampil sebagai salah satu pemain penting Argentina. Kapten Inter itu beberapa kali menjadi pembeda dan ikut membawa Albiceleste melaju hingga partai puncak.
Sayangnya, di final, Argentina kesulitan keluar dari tekanan Spanyol.
La Roja tampil dominan sejak awal pertandingan. Penguasaan bola, jumlah peluang, hingga intensitas serangan lebih banyak dimiliki tim asuhan Luis de la Fuente. Bahkan, Emiliano Martinez harus bekerja keras di bawah mistar untuk menjaga Argentina tetap bertahan dalam pertandingan.
Gol Ferran Torres pada menit ke-106 akhirnya memupus harapan Argentina untuk mempertahankan mahkota juara dunia.
Rekor Inter Milan Tetap Berlanjut
Meski Lautaro gagal membawa pulang trofi, Inter Milan tetap memiliki alasan untuk tersenyum.
Dengan tampilnya Lautaro di partai final, Inter kembali mencatatkan sejarah sebagai klub yang selalu memiliki setidaknya satu pemain di final Piala Dunia sejak edisi 1982.
Artinya, selama lebih dari empat dekade, selalu ada pemain Nerazzurri yang tampil di pertandingan terbesar sepak bola dunia.
Catatan tersebut menjadi bukti bahwa Inter tidak pernah kehilangan peran pentingnya dalam sepak bola internasional, meski beberapa kali mengalami pergantian generasi pemain. Rekor ini bahkan kini bertahan setelah rentetan milik Bayern Munchen terhenti di Piala Dunia 2026.
Era Baru Spanyol
Kemenangan atas Argentina juga semakin mengukuhkan generasi emas baru Spanyol.
Setelah menjuarai Euro 2024, La Roja kini berhasil menambahkan trofi Piala Dunia 2026 ke lemari mereka. Spanyol bahkan mencatat rekor 38 pertandingan tanpa kekalahan, melewati rekor sebelumnya yang dipegang Italia.
Bagi Lautaro Martinez, kekalahan ini tentu menyakitkan. Namun bagi Inter Milan, kehadiran sang kapten di final kembali menegaskan bahwa Nerazzurri masih menjadi rumah bagi para pemain kelas dunia.
Kini, fokus Lautaro akan kembali tertuju ke Giuseppe Meazza untuk memimpin proyek baru Inter Milan di bawah asuhan Cristian Chivu pada musim 2026/2027.
Baca Juga:
- https://inisumedang.com/inter-rekor-final-piala-dunia-sejak-1982/
- https://inisumedang.com/mengapa-lautaro-pemain-terpenting-inter/
- https://inisumedang.com/antonio-conte-lautaro-ubah-permainan-inter-dan-argentina/
- https://inisumedang.com/strategi-regenerasi-inter-milan/
- https://inisumedang.com/giuseppe-marotta-arsitek-era-baru-inter-milan/
Disclaimer:
Informasi dalam artikel ini berdasarkan laporan berbagai media internasional dan perkembangan pertandingan final Piala Dunia 2026. Situasi dan data statistik dapat diperbarui sesuai rilis resmi FIFA.





