SUMEDANG – Bupati Dony Ahmad Munir mengunjungi rumah duka Juanda (23), korban dugaan pencurian dengan kekerasan bermodus transaksi cash on delivery (COD), di kawasan Cilipung, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kabupaten Sumedang, Minggu (22/2/2026) malam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Di hadapan keluarga, Dony menyatakan turut berduka atas meninggalnya Juanda, terlebih korban meninggalkan seorang anak yang masih berusia enam bulan.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sumedang.
“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Dony juga menyampaikan keprihatinan atas kasus kriminal yang menimpa warganya itu. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang serta mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi langsung dengan pihak yang belum dikenal.
Menjelang Ramadan, ia mengajak masyarakat memperkuat nilai keimanan dan solidaritas sosial. Menurut dia, momentum bulan suci seharusnya menjadi pengingat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama sekaligus menjaga keamanan lingkungan.
Selain itu, Dony meminta aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut secara cepat dan menyeluruh agar memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjamin rasa aman di tengah masyarakat.
Juanda sebelumnya ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi setelah diduga menjadi korban kejahatan saat hendak melakukan transaksi penjualan telepon seluler secara COD di wilayah Bojong Gawul, Desa Girimukti, Sumedang Utara.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka tusuk, termasuk di bagian dada kiri, serta luka pada kepala yang diduga akibat tembakan airsoft gun. Korban diperkirakan meninggal dunia akibat kehilangan banyak darah.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian telah memeriksa sedikitnya 15 saksi, mulai dari anggota keluarga hingga warga di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangan istri korban, Juanda sempat berpamitan setelah sahur untuk melakukan transaksi sesuai janji dengan calon pembeli.
Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Sumedang telah mengamankan pelaku yang telah menghilangkan nyawa almarhum Juanda.






