Berita  

Højlund Bangkit di Napoli Usai Tinggalkan Manchester United

Rasmus Højlund
Foto : X FABRIZIO ROMANO

BOLA, IniSumedang.Com – Rasmus Højlund menutup babak yang penuh tekanan di Manchester United dan membuka lembaran baru bersama Napoli. Penyerang asal Denmark itu mengaku sempat berada di titik terendah dalam kariernya sebelum akhirnya memutuskan hengkang dari klub Liga Inggris tersebut.

Højlund memperkuat Manchester United selama dua musim, sejak 2023/2024 hingga 2024/2025. Namun, keterbatasan menit bermain membuatnya kesulitan berkembang. Situasi tersebut mendorongnya mencari peluang baru demi mengembalikan performa terbaiknya.

Pada awal musim 2025/2026, Napoli datang dengan tawaran yang kemudian ia terima. Kepindahan ini menjadi titik balik bagi pemain berusia 23 tahun tersebut.

Dalam wawancara yang dikutip dari akun X jurnalis transfer Fabrizio Romano bersama TV2, Højlund mengungkapkan tekanan yang ia rasakan selama berseragam Manchester United. Ia bahkan sempat merasa tidak memiliki masa depan di klub tersebut.

Ini Baca Juga :  Lahan Alun-alun Cicalengka Digugat, DPRD Kabupaten Bandung Bereaksi

“Pada satu titik, rasanya semuanya sudah selesai untuk saya,” ungkap Højlund, Rabu (25/3/2026).

Menemukan Kembali Ritme di Napoli

Keputusan bergabung dengan Napoli membawa perubahan signifikan dalam perjalanan karier Højlund. Ia mengaku kembali menemukan kecintaannya terhadap sepak bola, sesuatu yang sempat hilang ketika berada di Inggris.

“Di Napoli, saya menemukan kembali rasa cinta saya terhadap sepak bola,” ucap Højlund.

Lingkungan baru dan kepercayaan yang diberikan tim pelatih Napoli berperan penting dalam kebangkitannya. Ia mulai mendapatkan waktu bermain yang konsisten, sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di lapangan.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada performa, tetapi juga pada kepercayaan dirinya. Højlund tampil lebih lepas dan agresif dalam setiap pertandingan.

Tekanan dan Keraguan dari Tanah Air

Selama masa sulit di Manchester United, kritik tidak hanya datang dari publik Inggris. Di Denmark, negara asalnya, sejumlah pihak juga mulai meragukan kualitasnya sebagai penyerang muda potensial.

Ini Baca Juga :  Mulai Hari Ini Senin 27 Juni, Pembelian Migor Curah Memakai Aplikasi PeduliLindungi

Situasi tersebut sempat menambah tekanan psikologis yang ia hadapi. Meski demikian, Højlund menegaskan bahwa ia tidak pernah kehilangan keyakinan terhadap dirinya sendiri.

“Bahkan di Denmark, banyak yang mulai meragukan saya. Tapi, saya tidak pernah berhenti percaya,” ucap eks pemain Atalanta tersebut.

Sikap tersebut menjadi modal penting dalam proses kebangkitannya. Ia memilih fokus pada pengembangan diri dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.

Performa Meningkat, Napoli Siap Permanenkan

Bersama Napoli, Højlund menunjukkan performa yang lebih konsisten sepanjang musim 2025/2026. Ia berkontribusi signifikan dalam lini serang dan menjadi salah satu pemain kunci tim.

Penampilannya yang impresif membuat manajemen Napoli dilaporkan puas. Klub tersebut disebut tengah mempertimbangkan untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen dari Manchester United.

Langkah ini menunjukkan bahwa kehadiran Højlund dinilai memberi dampak positif bagi tim. Ia tidak hanya meningkatkan produktivitas serangan, tetapi juga membawa energi baru dalam skuad.

Ini Baca Juga :  Polresta Bandung Dalami Kasus Arisan Bodong di Baleendah

Motivasi Baru di Level Tertinggi

Pengalaman sulit di Manchester United kini menjadi pelajaran penting bagi Højlund. Ia menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan kualitasnya di level tertinggi.

Kepercayaan yang ia dapatkan di Napoli menjadi fondasi bagi kebangkitan kariernya. Dengan usia yang masih muda, peluang untuk berkembang tetap terbuka lebar.

Højlund kini berfokus menjaga konsistensi dan meningkatkan kontribusinya bagi Napoli. Ia ingin memastikan bahwa keputusan meninggalkan Manchester United menjadi langkah tepat dalam perjalanan kariernya.

Kebangkitan Rasmus Højlund di Napoli menegaskan bahwa perubahan lingkungan dapat memberikan dampak besar bagi seorang pemain. Dari masa sulit di Manchester United, ia kini menemukan kembali arah dan tujuan dalam karier sepak bolanya.