Berita  

Ramadan in Campus Al Ma’soem, Momentum Siswa Perbaiki Diri dan Perkuat Ukhuwah

SUMEDANG – Yayasan Yayasan Al Ma’soem Bandung menggelar kegiatan Ramadan in Campus (RIC) 1447 Hijriah yang diikuti siswa dan santri tingkat SMP dan SMA sebagai upaya mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter.

Program yang berlangsung selama dua pekan, 2–12 Maret 2026, tersebut dilaksanakan di lingkungan sekolah, yakni di Masjid PSAM (Pesantren Siswa Al Ma’soem) untuk siswa putra dan Masjid ASPI untuk siswa putri.

Pembukaan kegiatan RIC digelar pada Senin (2/3/2026) di aula Masjid PSAM. Acara dipandu oleh dua siswa SMA Al Ma’soem, Keysya Nida dan Rihab Ilma, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh Razka Aqila Syarfa serta Darell Wemilo Busaeri.

Ini Baca Juga :  Bangunan Kosong di Dayeuhkolot Jadi Tempat Penyimpanan 325 Liter Miras

Ketua pelaksana kegiatan, Lukmanul Hakim S.Ag, menjelaskan bahwa RIC tahun ini mengusung tema “Ramadan sebagai Momentum Perbaikan Diri dan Penguatan Ukhuwah.”

Menurut dia, bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk membiasakan kembali berbagai amalan baik yang mungkin sempat terlewat pada bulan-bulan sebelumnya.

“Tema ini menjadi momentum menumbuhkan keinginan untuk selalu memperbaiki diri sekaligus mempererat ukhuwah atau persaudaraan di antara sesama siswa Al Ma’soem,” kata Lukman.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Ma’soem, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, MS dalam sambutannya menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya puasa tetapi juga ibadah lainnya.

Ini Baca Juga :  Ribuan Siswa, Guru, dan Staf Al Ma’soem Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ia mengingatkan agar para siswa memiliki target ibadah selama Ramadan, seperti jumlah bacaan Al-Qur’an, hafalan surat, hingga upaya memahami bacaan dalam salat.

“Cobalah punya target selama ibadah shaum ini, misalnya berapa bacaan Al-Qur’an yang diselesaikan, berapa surat yang dihafal, atau berapa kali khatam. Termasuk memahami bacaan salat,” ujarnya.

Ceppy juga menyampaikan kisah tentang keutamaan ibadah puasa pada masa Nabi Muhammad SAW. Ia menuturkan cerita mengenai mimpi seorang sahabat Nabi yang melihat seseorang yang wafat setahun setelah temannya—bukan yang gugur di medan perang—justru lebih dahulu masuk surga.

Ini Baca Juga :  Ramadan In Campus dan Haflah Quran di Al Masoem Berakhir, 1 Santri Diganjar Umrah

Menurut Ceppy, hal itu terjadi karena orang tersebut masih diberi kesempatan bertemu Ramadan dan memperbanyak ibadah, termasuk puasa dan salat.

“Tambahan umur yang diisi dengan kebaikan, termasuk shaum, ternyata memiliki keutamaan yang sangat besar,” kata dia.

Kegiatan pembukaan RIC 1447 H kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh siswa Zahran Agastia. Program ini diharapkan menjadi sarana pembinaan spiritual sekaligus mempererat kebersamaan siswa selama bulan Ramadan.